Logo Bloomberg Technoz

Dalam kaitan itu, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan pemerintah akan terus mengawasi pelaksanaan pembiayaan untuk KDMP yang berasal dari APBN.

“Ya nanti kita monitor, karena itu kan pembiayaan itu nanti akan ada anggaran dari APBN,” ujarnya saat ditemui di kantornya. 

Dia juga memastikan pemerintah telah menyiapkan pos anggaran khusus dalam APBN untuk mendukung program prioritas tersebut. Terkait skema pembiayaan, Airlangga menjelaskan memang terdapat perubahan kebijakan dibandingkan aturan sebelumnya. Perubahan dilakukan baik dari sisi pembiayaan maupun kegiatan, dengan tujuan utama mendorong aktivitas ekonomi di tingkat desa.

“Yang paling penting adalah mendorong kegiatan di level yang paling bawah,” tutur dia. 

Diketahui, pada pasal 2 aturan PMK 15/2026 disebutkan, dalam rangka mendukung pembiayaan oleh bank pemerintah untuk percepatan pembangunan fisik gerai, pergudangan, dan kelengkapan koperasi desa, menteri melakukan penempatan dana sebagai sumber likuiditas pembiayaan bank dilakukan secara bertahap memperhatikan kondisi likuiditas keuangan negara.

"Pembiayaan diberikan dengan limit maksimal Rp3 miliar per unit gerai koperasi desa, tingkat suku bunga/margin/bagi hasil kepada penerima pembiayaan sebesar Rp6% per tahun," tercantum pada pasal 2 ayat 2 PMK 15 Tahun 2026.

Selanjutnya, aturan juga menjelaskan jangka waktu pembiayaan Koperasi adalah selama 72 bulan, dengan masa tenggang pembiayaan selama 6 bulan atau paling lama 12 bulan untuk pembayaran angsuran pokok dan bunga. Unit gerai termasuk koperasi yang dibentuk oleh beberapa kelurahan/desa.

Sekadar catatan, sebanyak 3.135 Kopdes Merah Putih sudah selesai dibangun 100% dan siap untuk beroperasi. Sementara itu, 34 ribu Kopdes lainnya dalam tahap finalisasi pembangunan. 

Menteri Koperasi Ferry Juliantono pernah menyatakan, Kopdes Merah Putih  siap memberikan pinjaman dengan bunga rendah 6% per tahun. Sehingga masyarakat bisa terhindar dari praktik rentenir hingga pinjaman online (pinjol) ilegal.

Komitmen tersebut ditekankan usai Presiden Prabowo Subianto mengatakan bahwa Kopdes Merah Putih siap menawarkan akses kredit murah dengan bunga 6% per tahun.

Adapun berdasarkan catatan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), penyaluran kredit melalui Kopdes Merah Putih terealisasi pembiayaan mencapai Rp174,73 triliun per Januari 2026.

(mfd/ell)

No more pages