Logo Bloomberg Technoz

Pembatasan tersebut, yang berlaku bagi semua kapal yang memasuki atau meninggalkan pelabuhan atau wilayah pesisir Iran, diberlakukan setelah Republik Islam Iran memperketat kendali atas jalur air vital tersebut sejak awal perang, menyebabkan lalu lintas maritim anjlok.

Ada kebingungan mengenai kapan tindakan AS akan dimulai. Trump mengatakan dalam unggahan di media sosial bahwa Angkatan Laut AS akan segera memulai proses blokade selat tersebut, sementara militer AS mengatakan akan memulai blokade pada pukul 10 pagi waktu New York pada Senin.

New Future (putih) dan Auroura (biru) tampak mencoba melintasi Selat Hormuz tepat di selatan Pulau Larak Iran pada Senin pagi. (Bloomberg)

Pergerakan kapal-kapal tersebut dipantau ketat karena AS dan Iran bersaing memperebutkan kendali atas jalur pelayaran tersebut, yang dulunya dilalui sekitar seperlima minyak dunia.

Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah kapal menjadi sasaran atau diserang oleh Teheran karena hubungannya dengan negara-negara Barat atau kepemilikan asing, sementara langkah terbaru Trump bertujuan untuk menantang kendali Republik Islam Iran atas selat tersebut dan menghalangi pendapatan energinya.

Data pelacakan kapal menunjukkan New Future sedang menuju Sohar, pelabuhan di Oman. Kapal tersebut mengangkut lebih dari 330.000 barel gasoil yang dimuat di Hamriyah, pelabuhan di Uni Emirat Arab, pada awal April. Kapal tersebut memasuki Teluk Persia tak lama sebelum perang dimulai pada akhir Februari.

Kapal berbendera Kepulauan Marshall ini dimiliki dan dikelola oleh Hong Kong Chuanglang Shipping, menurut basis data maritim Equasis. Panggilan ke nomor telepon Chuanglang yang terdaftar tidak tersambung, di mana operator mengatakan perusahaan tersebut belum membayar tagihan teleponnya. Perusahaan belum menanggapi permintaan komentar via email.

Kapal Auroura berbendera Panama memberi sinyal bahwa ada awak kapal berkebangsaan India di dalamnya, taktik umum yang digunakan kapal-kapal saat melintasi Hormuz untuk menunjukkan afiliasi mereka.

Kapal tersebut dikenai sanksi oleh AS pada Desember karena hubungannya dengan perdagangan minyak Iran. Bloomberg News tidak dapat segera memverifikasi dari mana kapal tanker tersebut memuat kargonya. Kapal tersebut telah berada di Teluk Persia sejak Desember.

Pemiliknya terdaftar sebagai Aurora Shipowners Ltd, berbasis di Mumbai dan memiliki alamat yang sama dengan manajernya, Golden Gate Ship Management. Tidak ada detail kontak yang tercantum untuk kedua perusahaan tersebut.

(bbn)

No more pages