Logo Bloomberg Technoz

Pada penutupan perdagangan sesi I hari ini, harga saham BBRI berada di Rp3.370 akibat melemah 0,58%.

Kendati demikian, konsensus pasar versi Bloomberg yang melibatkan 36 analis memasang target harga saham BBRI untuk 12 bulan ke depan mencapai Rp4.422 per saham.

Dengan demikian, masih ada ruang kenaikan harga atau return potential 31,2% dari posisi perdagangan sesi pertama hari ini.

Adapun, 30 analis atau 83,3% konsensus merekomendasikan buy, 4 atau 11,1% konsensus menyematkan pandangan hold dan sisanya atau 5,6% konsensus menyarankan sell.

Malahan, sejumlah sekuritas asing seperti UBS, Maybank dan CGS International menyematkan target harga lebih tinggi di kisaran Rp4.900 per saham untuk BBRI.

Adapun, sekuritas domestik seperti Mandiri Sekuritas, BNI Sekuritas dan Sucor Sekuritas menyematkan harga masing-masing Rp4.100 per saham, Rp4.500 per saham dan Rp5.200 per saham.

Ihwal target harga yang disusun UBS itu berdasar pada model pertumbuhan Gordon (gordon–growth–model), dengan asumsi tingkat bebas risiko sebesar 6,75%, beta 1,25, tanggal cut-off Februari 2027, ROE berkelanjutan sebesar 18,9%, serta tingkat pertumbuhan berkelanjutan sebesar 8%.

Target harga Rp4.900 per saham untuk BBRI mencerminkan valuasi 2,2x PB dan 11x PE untuk estimasi 2027.

Terlebih lagi, BBRI mengumumkan pembagian dividen tunai sebesar Rp52,1 triliun atau setara Rp346 per saham. Jumlah dividen final itu mengambil porsi mencapai 92% dari perolehan laba bersih sepanjang 2025 yang sebesar Rp57,13 triliun.

Porsi pembagian dividen itu mengindikasikan dividen final sekitar Rp209 per saham, setara dengan dividend yield 6,16% berdasarkan harga saham BBRI pada perdagangan intraday siang hari ini.

Adapun BRI Danareksa Sekuritas menyebut, dividend payout ratio sebesar 92% merupakan nilai yang lebih tinggi dibanding tahun lalu dari sebelumnya 86%, indikasi yield juga amat menarik mencapai 6,16%.

(naw)

No more pages