Logo Bloomberg Technoz

"Jadi bukan berarti kita akan bayar seharga indeks itu, enggak juga. Tergantung kita belinya dari siapa, tergantung pasarnya seperti apa. Nah ini semua jadi risiko," tegas dia.

Diversifikasi Sumber

Oleh sebab itu, Moshe mendorong pemerintah agar menyebar sumber impor minyak mentah yang dilakukan untuk merelokasi impor dari Timur Tengah.

Dia menyarankan agar Indonesia meningkatkan impor dari Afrika, serta mulai mengimpor minyak mentah dari Amerika Latin dan Rusia.

Lebih lanjut, Moshe menekankan Indonesia bisa meraup keuntungan jika sejak lama sudah mengimpor minyak mentah Rusia. Alasannya, negara tersebut sempat memberikan diskon terhadap produknya ketika perang dengan Ukraina pecah.

"Kalau justru waktu itu Rusia lagi memberikan harga murah, bayangkan berapa triliun yang kita bisa saving. Cuma ya oke, sekarang harga lagi tinggi, baru kita kelimpungan untuk diversifikasi," ujar Moshe.

Adapun, ekspor minyak mentah Pantai Teluk AS siap mencapai rekor 5 juta barel per hari pada Mei. Pasalnya, pembeli Asia memborong pasokan dari wilayah Atlantik untuk mengimbangi berkurangnya pasokan dari Timur Tengah.

Berdasarkan catatan Bloomberg, pengiriman minyak mentah untuk April sudah mendekati sekitar 4,9 juta barel per hari, berdasarkan data pemuatan saat ini, naik dari sekitar 3,97 juta barel per hari pada Maret.

Ekspor sempat mendekati 5 juta barel per minggu, menurut Biro Informasi Energi. Namun, pengiriman belum mampu mempertahankan laju tersebut dalam rata-rata empat minggu, berarti pengiriman Mei akan menandai pertama kalinya ekspor secara konsisten mendekati ambang batas tersebut.

Menurut analis, sekitar 28 kapal supertanker telah dikontrak untuk mengangkut minyak mentah AS pada Mei, dibandingkan dengan sekitar lima kapal tanker pada waktu yang sama setiap bulannya.

Sebagian besar permintaan tersebut terkait dengan kilang-kilang di Asia yang mencari pasokan pengganti, setelah gangguan akibat perang di Iran, di mana beberapa perkiraan menunjukkan ekspor akan meningkat hingga 5,3 juta barel per hari jika jadwal saat ini tetap berlaku.

Menurut catatan sewa yang dilihat Bloomberg, kapal VLCC Asian Progress VI telah disewa untuk memuat minyak mentah dari Occidental Petroleum Corp dari Teluk AS untuk pengiriman ke Asia Timur pada 17-21 Mei dengan biaya sekitar US$19 juta.

Terlepas dari permintaan yang lebih tinggi, sistem ekspor AS mulai menghadapi kendala logistiknya sendiri. Ketersediaan kapal, kurangnya kapal-kapal kecil untuk mengangkut kargo ke pelabuhan, dan biaya pengiriman yang lebih tinggi berarti arus ekspor mungkin akan sulit meningkat jauh melebihi 5,5 juta barel per hari tanpa kapasitas pengiriman tambahan.

Sekadar informasi, Menteri ESDM mengklaim Indonesia sudah mulai mendatangkan minyak mentah dari Amerika Serikat (AS), sementara bahan bakar minyak (BBM) hingga kini belum diimpor dari AS.

Akan tetapi, dia tak mengungkapkan volume minyak mentah yang telah diimpor dari Negeri Paman Sam tersebut.

“Amerika sudah mulai berjalan, sudah mulai. BBM tidak, BBM kita tidak ambil dari sana, minyak mentah, crude-nya,” kata Bahlil kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (10/4/2026).

Adapun, harga Brent melonjak 7,6% pada hari ini menjadi $102,39 per barel pada pukul 6:00 pagi di Singapura. WTI untuk pengiriman Mei naik 7,1% menjadi $103,44 per barel.

Daftar negara sumber impor minyak mentah Indonesia pada Januari–Februari 2026 berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS):

Nigeria:
767.905 ton atau sekitar 894.609 kl

Angola:
689.504 ton atau sekitar 803.772 kl

Arab Saudi:
514.422 ton atau sekitar 599.301 kl

Brasil:
272.782 ton atau sekitar 317.791 kl

Gabon:
218.090 ton atau sekitar 254.075 kl

Algeria:
132.700 ton atau sekitar 154.595 kl

UEA:
126.671 ton atau sekitar 147.592 kl

Guinea Khatulistiwa:
90.988 ton atau sekitar 106.001 kl

Malaysia:
84.028 ton atau sekitar 97.891 kl

Brunei Darussalam:
43.461 ton atau sekitar 50.631 kl

(azr/ros)

No more pages