RI Bisa Dapat Minyak AS 30% Lebih Mahal Gegara Permintaan Tinggi
Azura Yumna Ramadani Purnama
13 April 2026 13:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pakar minyak dan gas (migas) memprediksi Indonesia mendapatkan harga minyak mentah dari Amerika Serikat (AS) lebih mahal sekitar 20–30% dari harga acuan West Texas Intermediate (WTI) gegara tingginya permintaan dan kendala ekspor yang dialami AS.
Ketua Komite Investasi Asosiasi Perusahaan Minyak dan Gas Nasional (Aspermigas) Moshe Rizal menyatakan Indonesia bakal bersaing secara ketat untuk mendapatkan pasokan minyak dari AS dengan sejumlah negara di Asia, sebab pasokan minyak mentah dari Timur Tengah masih terganggu penutupan Selat Hormuz.
Di sisi lain, ketika permintaan minyak mentah AS sedang melonjak, sistem ekspor AS dilaporkan menghadapi kendala logistiknya.
Moshe memprediksi dua faktor tersebut bakal membuat AS mematok harga yang lebih tinggi terhadap produk minyak mentahnya, bahkan dia ramal bakal lebih tinggi 20–30% dari harga acuan WTI.
“Ya hukum ekonomi ya, demand meningkat harga juga akan meningkat, sudah jelas. Jadi terlepas dari sentimen pasar yang sekarang lagi gejolak ya, itu sudah pasti. Mereka [AS] bisa matokin harga di atas dari harga indeks. Indeks WTI misalkan segini bisa matokin 20-30% di atas karena demand-nya lebih tinggi," kata Moshe ketika dihubungi, Senin (13/4/2026).





























