Hilirisasi Batu Bara RI Stagnan, Nilai Keekonomian Jadi Rintangan
Azura Yumna Ramadani Purnama
11 April 2026 19:00

Bloomberg Technoz, Jakarta – Perhimpunan Ahli Pertambangan Indonesia (Perhapi) menilai hilirisasi batu bara di Indonesia tidak kunjung berjalan sebab pengolahan komoditas tersebut membutuhkan biaya investasi yang cukup tinggi, sehingga produk hasil olahan batu bara memiliki harga yang cukup mahal.
Ketua Umum Perhapi Sudirman Widhy Hartono berpendapat Indonesia bakal bergantung dengan teknologi asing untuk menjalankan hilirisasi batu bara.
Di sisi lain, biaya teknologi pengolahan batu bara relatif tinggi sehingga berpotensi menekan tingkat pengembalian investasi.
Sudirman mencontohkan proyek gasifikasi batu bara menjadi dimetil eter (DME), yang sempat digarap PT Bukit Asam Tbk. (PTBA) dengan Air Products & Chemical Inc (APCI), terpaksa tak berlanjut.
Dia menduga hasil evaluasi keekonomian proyek yang digarap dengan perusahaan asal Amerika Serikat (AS) tersebut tidak memberikan tingkat keuntungan yang diharapkan, karena harga jual produk DME masih di bawah harga yang diharapkan untuk memberikan keuntungan.




























