Logo Bloomberg Technoz

Kontraktor Terdampak Perang: Biaya Operasional-Bahan Baku Naik

Sultan Ibnu Affan
11 April 2026 11:00

Pekerja konstruksi di tengah suhu tinggi di New York, AS, Senin (23/6/2025). (Adam Gray/Bloomberg)
Pekerja konstruksi di tengah suhu tinggi di New York, AS, Senin (23/6/2025). (Adam Gray/Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kalangan pengusaha konstruksi mengeluhkan lonjakan biaya operasional akibat dampak konflik geopolitik yang memicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM) dan bahan baku. Kondisi ini dinilai menekan margin usaha hingga berpotensi menimbulkan kerugian di sektor jasa konstruksi.

Ketua Umum Gabungan Pelaksana Konstruksi Nasional Indonesia (GAPENSI) Andi Rukman N Karumpa mengatakan pada kuartal pertama tahun ini, biaya konstruksi sudah mengalami kenaikan signifikan.

“Di kuartal pertama ini sudah mulai ada kenaikan antara 3% sampai 7%. Nah kalau ini terus berkepanjangan, kita bisa-bisa untuk faktor jasa konstruksi ini bisa mengalami defisit sampai 5% sampai 12%,” ujarnya dalam konferensi pers di Jakarta, dikutip Sabtu (11/4/2026).


Andi mengatakan kenaikan harga BBM, khususnya solar industri, menjadi faktor utama yang memicu lonjakan biaya di berbagai lini, terutama rantai pasok dan logistik. 

Kenaikam transit juga turut merambat ke lonjakan harga material seperti aspal, semen, hingga beton. Khusus untuk aspal, saat ini kenaikannya juga telah mencapai di kisaran 4%-9% dibandingkan harga normal.