Sementara itu, jumlah perjalanan wisatawan nusantara pada Februari 2026 tercatat sekitar 91,14 juta perjalanan, meningkat 0,70 persen dibandingkan Februari 2025. Secara kumulatif Januari hingga Februari 2026, jumlah perjalanan wisatawan nusantara mencapai 193,17 juta perjalanan atau sedikit terkoreksi 0,17 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
“Memasuki Maret, pergerakan wisatawan nusantara kembali menunjukkan peningkatan seiring momentum libur panjang Nyepi dan Lebaran. Selama periode libur dan cuti bersama 13–29 Maret 2026, Kementerian Perhubungan mencatat pergerakan perjalanan menuju 10 Destinasi Pariwisata Prioritas dan 3 Destinasi Regeneratif mencapai 12,77 juta perjalanan atau tumbuh 18,80 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya,” kata Widi.
Kegiatan Strategis Kementerian Pariwisata
Sepanjang Maret 2026, Kementerian Pariwisata juga melaksanakan berbagai kegiatan strategis untuk memastikan kesiapan sektor pariwisata nasional. Pemerintah membahas kesiapan nasional menghadapi mobilitas masyarakat selama libur Nyepi dan Lebaran melalui Sidang Kabinet Paripurna, serta memperkuat koordinasi lintas kementerian dan lembaga guna memastikan pelayanan wisata berjalan optimal.
Kementerian Pariwisata turut melakukan peninjauan langsung di lebih dari 170 titik destinasi wisata di berbagai wilayah Indonesia untuk memastikan kesiapan destinasi, kualitas layanan, serta penerapan standar keamanan dan kenyamanan bagi wisatawan.
Deretan strategi Kemenpar:
- Program Karisma Event Nusantara (KEN)
- Kerja Sama Internasional
- Promosi Destinasi Indonesia
- Penataan Perizinan Akomodasi Pariwisata
Di tengah dinamika global, pemerintah juga terus memperkuat manajemen krisis pariwisata melalui pemantauan intensif terhadap rute penerbangan internasional dan penyesuaian strategi promosi dengan fokus pada pasar yang relatif stabil seperti Asia Timur, Asia Tenggara, dan Asia Selatan.
“Kami optimistis dengan kolaborasi yang kuat antara pemerintah, pelaku industri, dan masyarakat, pariwisata Indonesia akan terus tumbuh dan memberikan kontribusi yang semakin besar bagi perekonomian nasional serta kesejahteraan masyarakat,” ucap Menteri Widiyanti.
(spt)






























