Logo Bloomberg Technoz

KEK Mandalika Dorong Investasi lewat Insentif dan Infrastruktur


(Dok. ITDC)
(Dok. ITDC)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika yang dikelola oleh InJourney Tourism Development Corporation terus memperkuat posisinya sebagai destinasi pariwisata berkelas dunia. Kawasan ini menggabungkan insentif fiskal yang kompetitif, kemudahan non-fiskal, serta dukungan infrastruktur terintegrasi.

KEK Mandalika dinilai sebagai salah satu kawasan dengan kesiapan investasi paling lengkap di sektor pariwisata dan ekonomi kreatif. Berbagai kebijakan yang ditawarkan dirancang untuk mempercepat realisasi investasi sekaligus meningkatkan daya tarik bagi investor global.

Dari sisi fiskal, kawasan ini menyediakan berbagai insentif strategis. Investor dapat menikmati fasilitas Tax Holiday untuk kegiatan usaha utama serta pengurangan pajak setelah masa insentif berakhir.

Selain itu, tersedia skema Tax Allowance berupa pengurangan penghasilan kena pajak dari nilai investasi. Investor juga mendapatkan percepatan depresiasi dan amortisasi serta pengaturan tarif pajak dividen yang kompetitif.

Kemudahan juga diberikan pada aspek perpajakan tidak langsung. KEK Mandalika menawarkan pembebasan Pajak Pertambahan Nilai atas impor barang modal tertentu, pembebasan bea masuk, hingga pajak penjualan atas barang mewah untuk properti di kawasan.

Ekosistem Investasi dan Infrastruktur Terpadu

Direktur Komersial dan Marketing InJourney Tourism Development Corporation, Febrina Mediana menegaskan bahwa kawasan ini tidak hanya mengandalkan insentif semata.

“Kami membangun KEK Mandalika sebagai investment-ready ecosystem, di mana insentif fiskal yang kompetitif berpadu dengan kesiapan infrastruktur, kepastian regulasi, serta demand yang terus bertumbuh. Hal ini memberikan confidence bagi investor untuk masuk lebih cepat, lebih efisien, dan mengembangkan bisnis secara berkelanjutan di kawasan.” ujarnya.

Kemudahan non-fiskal juga menjadi daya tarik utama. Investor dapat mengakses layanan perizinan terpadu satu pintu, kemudahan tenaga kerja asing, serta kepastian hukum atas tanah dengan jangka waktu hingga 80 tahun.

Pengembangan kawasan dilakukan melalui masterplan terintegrasi yang mencakup berbagai zona strategis. Di antaranya Circuit District, Kuta District, serta area lifestyle dan leisure yang dirancang untuk mendukung pertumbuhan pariwisata modern.

Sejumlah area unggulan juga telah disiapkan. Kawasan Golf Resort Community seluas 298 hektar, Tanjung Aan Premium Serenity District seluas 146 hektar, hingga Eastern Adventure District seluas sekitar 164 hektar menjadi peluang investasi menjanjikan.

Aspek keberlanjutan turut menjadi perhatian utama. Sekitar 30 persen kawasan dialokasikan sebagai ruang terbuka hijau, termasuk area mangrove seluas 45 hektar di sisi timur.

Dari sisi kinerja, KEK Mandalika menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Sepanjang 2025, jumlah kunjungan wisatawan mencapai lebih dari 1,4 juta orang dengan tingkat okupansi rata-rata sekitar 55 persen.

Lonjakan kunjungan terjadi saat event internasional berlangsung. Tingkat hunian bahkan mencapai 90 persen hingga 100 persen saat ajang MotoGP digelar.

Berbagai event internasional seperti GT World Challenge Asia dan Asia Road Racing Championship turut memperkuat daya tarik kawasan. Kehadiran Sirkuit Mandalika menjadi katalis utama dalam mendorong sportstainment tourism.

Dengan dukungan pemerintah dan pertumbuhan aktivitas pariwisata yang konsisten, KEK Mandalika semakin menegaskan perannya sebagai destinasi unggulan Indonesia di kancah global.