Agusman menambahkan, tren pembiayaan kendaraan listrik menunjukkan pertumbuhan yang signifikan. Pada Februari 2026, penyaluran pembiayaan kendaraan listrik oleh multifinance tercatat tumbuh 39,35% secara tahunan (year-on-year/yoy) menjadi Rp21,94 triliun.
Dari total tersebut, pembiayaan kendaraan roda empat listrik dan hybrid masih mendominasi dengan porsi sebesar 83,52% atau setara Rp18,32 triliun.
Hal ini mencerminkan tingginya minat masyarakat terhadap kendaraan listrik di segmen mobil, seiring dengan meningkatnya kesadaran akan efisiensi energi dan keberlanjutan lingkungan.
“Pertumbuhan ini menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap kendaraan listrik terus meningkat, dan industri pembiayaan mampu merespons kebutuhan tersebut dengan baik," ungkasnya.
"Ke depan, kami mendorong agar pembiayaan tidak hanya terfokus pada kendaraan roda empat, tetapi juga menjangkau roda dua listrik yang memiliki potensi pasar besar di Indonesia,” sebut Agusman.
Menurutnya, dukungan kebijakan pemerintah, insentif fiskal, serta pengembangan ekosistem kendaraan listrik akan semakin memperkuat peran multifinance dalam mendorong pembiayaan berkelanjutan.
(dhf)































