“Pengakuan global ini kami dedikasikan kepada seluruh nasabah setia BRI serta Insan BRILiaN yang telah memberikan kontribusi terbaiknya. Seiring percepatan BRIVolution Reignite, termasuk melalui corporate rebranding, BRI tetap berpegang pada DNA kerakyatannya dengan menghadirkan layanan yang semakin inklusif, responsif, dan adaptif terhadap perkembangan digital. Identitas baru ini diharapkan dapat memperkuat daya saing sekaligus menjaga kedekatan BRI dengan masyarakat lintas generasi,” ujar Hery.
Pengakuan ini juga menjadi refleksi dari strategi transformasi yang tengah dijalankan BRI. Melalui program BRIVolution Reignite, perusahaan berupaya memperkuat fondasi bisnis sekaligus meningkatkan daya saing di era digital.
Perkuat Identitas Lewat Transformasi dan Rebranding
Sebagai bagian dari transformasi tersebut, BRI meluncurkan corporate rebranding pada Desember 2025. Rebranding ini mengusung semangat baru bertajuk “Satu Bank untuk Semua”.
Langkah tersebut mencakup pembaruan identitas visual perusahaan serta penguatan layanan di seluruh jaringan dan lini produk. Tujuannya adalah menjaga relevansi di tengah perubahan kebutuhan masyarakat.
Dalam identitas baru, nama “Bank Rakyat Indonesia” ditampilkan lebih dominan. Hal ini menjadi simbol penguatan akar historis BRI sebagai bank yang dekat dengan masyarakat.
BRI menegaskan bahwa meskipun terus melakukan modernisasi, jati diri sebagai bank yang lahir dari dan untuk rakyat tetap menjadi fondasi utama. Fokus ini terutama ditujukan bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah.
Transformasi yang dijalankan juga diarahkan untuk menjawab dinamika masyarakat yang semakin beragam. BRI berupaya menghadirkan layanan yang lebih inklusif, responsif, dan ramah digital.
Melalui langkah ini, BRI ingin memastikan bahwa setiap lapisan masyarakat dapat mengakses layanan keuangan dengan lebih mudah. Hal ini sekaligus memperkuat posisi BRI sebagai bank yang relevan lintas generasi.
Brand Finance dalam penilaiannya menggunakan standar internasional ISO 20671. Evaluasi dilakukan dengan mempertimbangkan tiga aspek utama, yaitu investasi pemasaran, ekuitas pemangku kepentingan, serta kinerja bisnis.
Setiap merek kemudian diberikan skor Brand Strength Index dalam rentang 0 hingga 100. Skor ini menjadi dasar dalam menentukan nilai merek secara keseluruhan.
Sementara itu, Managing Director Asia Pacific Brand Finance Alex Haigh menilai sektor perbankan masih menjadi kekuatan utama di kawasan ASEAN. Hal ini tercermin dari dominasi bank-bank besar dalam daftar Global 500 2026.
“Kinerja ini mencerminkan bagaimana perusahaan-perusahaan di ASEAN mampu menggabungkan kekuatan yang telah terbangun lama dengan strategi pertumbuhan yang tepat untuk bersaing di tingkat global,” ucapnya.
Selain BRI, sejumlah bank besar dari kawasan seperti DBS dan OCBC Bank dari Singapura, serta Maybank dari Malaysia juga turut masuk dalam daftar tersebut. Kehadiran mereka menunjukkan konsistensi sektor perbankan dalam menjaga kinerja.
Keberhasilan BRI menembus daftar Global 500 menjadi indikator kuat bahwa transformasi yang dijalankan berada di jalur yang tepat. Ini sekaligus mempertegas peran BRI sebagai salah satu institusi keuangan terdepan di Indonesia.
Ke depan, BRI diharapkan dapat terus menjaga momentum pertumbuhan sekaligus memperluas dampak positif bagi masyarakat. Dengan fondasi yang kuat dan strategi yang adaptif, BRI berpeluang memperkuat posisinya di kancah global.
(tim)






























