Logo Bloomberg Technoz

Berdasarkan data Bloomberg, penguatan optimis IHSG juga merupakan efek langsung dari kenaikan sejumlah saham potensial terutama PT Barito Pacific Tbk (BRPT) hingga PT Bank Central Asia Tbk (BBCA).

Saham BRPT berhasil menguat 305 poin (20,89%) menuju level harga Rp1.765/saham usai sebanyak 317 juta saham ditransaksikan. Adapun nilai transaksi saham BRPT hari ini mencapai Rp529 miliar.

Sementara saham BBCA berhasil menguat 250 poin (3,84%) ke level harga Rp6.750/saham usai sebanyak Rp792 miliar saham ditransaksikan. 

10 saham yang menopang IHSG, berdasarkan data Bloomberg:

  1. Bank Central Asia (BBCA) menyumbang 23,53 poin
  2. Amman Mineral Internasional (AMMN) menyumbang 19,99 poin
  3. Bank Rakyat Indonesia (BBRI) menyumbang 17,33 poin
  4. Barito Pacific (BRPT) menyumbang 17,24 poin
  5. Bumi Resources Minerals (BRMS) menyumbang 15,83 poin
  6. Barito Renewables Energy (BREN) menyumbang 12,97 poin
  7. Bank Mandiri (BMRI) menyumbang 12,57 poin
  8. Astra International (ASII) menyumbang 12,02 poin
  9. Mora Telematika Indonesia (MORA) menyumbang 9 poin
  10. Bank Negara Indonesia (BBNI) menyumbang 8,78 poin

Penyebab IHSG Menguat

Penguatan IHSG didorong oleh laporan gencatan senjata Amerika Serikat (AS) dengan Iran, setelah Presiden AS Donald Trump setuju untuk menunda rencana penyerangan infrastruktur strategis milik Iran selama dua pekan. 

Berita tersebut langsung mendorong koreksinya harga minyak mentah secara signifikan. Harga minyak mentah WTI turun mencapai 15% hingga level US$94,76/barel, dan harga minyak Brent amblas lebih dari 13% mencapai level US$93,86/barel hingga sore hari ini (8/4/2026) berdasarkan data Bloomberg.

Pergerakan Harga Minyak Brent./dok. Bloomberg

Secara teknikal IHSG, Phintraco Sekuritas memaparkan, pembentukan histogram positif berlanjut disertai dengan kenaikan volume beli. Stochastic RSI juga mengindikasikan penguatan IHSG berpotensi berlanjut. 

“IHSG telah menembus level MA–5 dan MA–20. Sehingga diperkirakan IHSG berpotensi menguji level resistance di 7.300–7.350,” mengutip analisis Phintraco, Rabu.

Menyitir Phillip Sekuritas Indonesia, Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi juga menyatakan angkatan bersenjata Iran akan menghentikan operasi defensif, serta menjamin jalur pelayaran di Selat Hormuz dapat dilalui dengan aman selama periode dua minggu melalui koordinasi militer.

“Sentimen positif dari meredanya perang AS–Iran dengan gencatan senjata yang telah disetujui dalam dua minggu ke depan,” melansir Phillip Sekuritas dalam risetnya hari ini.

Presiden Trump juga mengatakan AS telah menerima 10 poin proposal dari Iran yang ia gambarkan sebagai dasar untuk dapat diterapkan sebagai bahan negosiasi awal. Selain itu, Iran telah setuju untuk membuka kembali Selat Hormuz selama dua minggu dengan syarat semua serangan dihentikan, sementara Israel juga dilaporkan telah menyetujui gencatan senjata tersebut. 

Selat Hormuz menjadi jalur distribusi minyak global yang berkontribusi sebesar 20% dari pasokan minyak dunia, sehingga dengan dibukanya kembali ini berpotensi akan menekan harga minyak menjadi harga sebelumnya di waktu yang relatif terbatas

Terlebih lagi, Panin Sekuritas menyebut, menguatnya Bursa Saham Indonesia hari ini turut didorong pengumuman dari FTSE Russell mengenai kondisi pasar modal Indonesia masih berada di status tetap Secondary Emerging Market atau tidak terdapat perubahan atau tidak diturunkan.

FTSE Russell, tetap mempertahankan status Indonesia sebagai Secondary Emerging Market, berdasarkan keterangan resmi FTSE Russell, Indonesia telah memperkenalkan berbagai inisiatif reformasi, termasuk peningkatan keterbukaan kepemilikan saham, perluasan kategori klasifikasi investor, hingga penerapan batas minimum free float. 

(fad)

No more pages