Selain itu, program ini juga melibatkan warga binaan lembaga pemasyarakatan serta kelompok perempuan rentan. Secara keseluruhan, manfaat tidak langsung dari program ini dirasakan oleh lebih dari 10.000 orang di wilayah Indramayu.
Dari aspek lingkungan, program BERBISIK menunjukkan hasil yang signifikan dalam pengelolaan sampah. Tercatat, pengolahan sampah organik mencapai 1,8 ton per tahun.
Upaya tersebut juga berdampak pada pengurangan emisi karbon hingga 223.228,8 kilogram CO2 ekuivalen per tahun. Kontribusi ini membantu mengurangi beban pengelolaan sampah di tingkat desa.
Tidak hanya itu, pengelolaan limbah minyak jelantah mencapai 240 liter per tahun. Program ini juga mencakup pengolahan sampah plastik dan limbah kopi yang memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Dari sisi ekonomi, program BERBISIK berhasil menciptakan peluang usaha baru. Produk hasil olahan sampah plastik yang dikenal dengan PERISALTIK mencatatkan omzet hingga Rp270 juta per tahun.
Sementara itu, unit usaha Kopi Teman Istimewa dan workshop kreatif menghasilkan omzet sekitar Rp220 juta per tahun. Selain itu, kelompok warga binaan juga memperoleh pendapatan tambahan hingga Rp74 juta per tahun.
Seluruh hasil ekonomi tersebut dimanfaatkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat binaan. Program ini tidak hanya memberikan pendapatan, tetapi juga keterampilan dan kemandirian.
Penghargaan PROPER emas ini diterima langsung oleh Direktur Operasi Kilang PT Pertamina Patra Niaga, Didik Bahagia, dalam acara yang digelar di Taman Mini Indonesia Indah, Jakarta.
"Penghargaan ini membuktikan Kilang Balongan bersungguh-sungguh menjalankan regulasi dari pemerintah dalam pengelolaan lingkungan, apresiasi dan bangga untuk Kilang Balongan" terang Didik.
General Manager Kilang Balongan, Yulianto Triwibowo, menyampaikan bahwa keberhasilan program ini tidak lepas dari kolaborasi berbagai pihak. Keterlibatan pemerintah daerah, instansi, dan masyarakat menjadi faktor penting.
Program BERBISIK juga mendapatkan apresiasi tinggi dari masyarakat. Hal ini tercermin dari nilai Indeks Kepuasan Masyarakat yang mencapai 3,66 dengan kategori sangat baik.
Capaian ini menunjukkan bahwa program tidak hanya berhasil secara teknis, tetapi juga diterima dengan baik oleh masyarakat. Keberhasilan ini menjadi indikator keberlanjutan program ke depan.
"Raihan Proper Emas ke-8 ini menjadi penyemangat bagi Perusahaan dan Pekerja Kilang Balongan untuk terus memberikan kontribusi dan manfaat kepada masyarakat rentan di Indramayu," tutup Yulianto.
Keberhasilan Kilang Balongan dalam meraih PROPER emas secara berulang menegaskan komitmen perusahaan terhadap prinsip keberlanjutan. Pendekatan yang mengintegrasikan aspek sosial, ekonomi, dan lingkungan menjadi kunci utama.
Program BERBISIK menjadi contoh nyata bagaimana inovasi sosial dapat memberikan dampak luas. Tidak hanya bagi lingkungan, tetapi juga bagi peningkatan kualitas hidup masyarakat.
Ke depan, Kilang Balongan diharapkan terus mengembangkan program-program serupa. Dengan demikian, manfaat yang dihasilkan dapat semakin luas dan berkelanjutan bagi masyarakat sekitar.
(tim)




























