Logo Bloomberg Technoz

Dalam kesempatan yang sama, Dadan mengungkapkan cadangan BBM, LPG, dan minyak mentah dalam Perpres CPE bakal ditingkatkan menjadi setara 1 bulan impor.

Dalam Perpres No. 96/2024, Indonesia berencana menyimpan stok penyangga (buffer stock) BBM jenis bensin sejumlah 9,64 juta barel, LPG sebanyak 525.780 metrik ton, dan minyak bumi 10,17 juta barel hingga 2035.

Sebagai gambaran, dengan asumsi impor minyak mentah Indonesia per hari sekitar 1—1,2 juta barel, maka volume impor minyak mentah untuk 1 bulan penuh dapat mencapai 36 juta barel.

Besaran itu, tercatat hampir tiga kali lipat dari target pencadangan minyak mentah dalam Perpres No. 96/2024 sebanyak 10,17 juta barel hingga 2035.

Sekadar informasi, Wakil Menteri ESDM Yuliot Tanjung sebelumnya mengatakan storage tersebut bakal dibangun menyesuaikan kebutuhan masyarakat, tidak hanya di dekat kilang, untuk meningkatkan kemampuan stok minyak mentah untuk diolah di kilang tersebut.

Dengan begitu, Kementerian ESDM bakal mendorong pembangunan storage atau tangki minyak mentah di sejumlah lokasi, termasuk dekat kilang Dumai hingga kilang Cilacap.

“Jadi untuk ini sesuai dengan kebutuhan ya mungkin itu nanti kita tingkatkan untuk Cilacap, untuk Dumai itu kan merupakan jalur untuk kilang di dalam negeri. Ini akan kita lihat lokasinya, akan kita tetapkan. Mudah-mudahan ini dari evaluasi secara prioritas mana yang lebih duluan,” kata Yuliot kepada awak media di Kantor Kementerian ESDM, Jumat (13/3/2026).

Yuliot menambahkan storage tersebut bakal dibangun untuk mempertebal cadangan operasional nasional dan sebagai pijakan awal untuk membangun CPE.

Direktur Utama PT Pertamina (Persero) Simon Aloysius Mantiri, di sisi lain, mengakui konglomerasi migas India, Essar Group, berminat untuk berinvestasi membangun storage atau tangki penyimpanan minyak di Indonesia.

Adapun, Essar Group dikabarkan bakal berinvestasi membangun storage minyak mentah melalui entitas usahanya yang berbasis di Inggris, Essar Oil UK Ltd.

“Tentang storage tentunya memang waktu itu kami juga sudah bertemu dengan tim Pak Menteri yaitu dari Essar Group salah satunya, sedang penjajakan dan kemarin sudah berkunjung ke lokasi kilang kami yang ada di Plaju. Tentunya untuk melihat potensi kerja sama untuk pembangunan storage untuk tambahan,” kata Simon kepada awak media di Kantor BPH Migas, Kamis (12/3/2026).

Ditarget Mei

Adapun, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memperkirakan pembangunan storage minyak mentah tersebut baru dimulai pada Mei 2026, saat ini proyek tersebut masih dalam proses studi kelayakan atau feasibility study (FS).

"Saya kan bilang bahwa akan dilakukan pada Mei, kan FS lagi jalan," ujar Bahlil kepada wartawan di kantor Kementerian ESDM, Senin (6/4/2026).

Sebelum proyek tersebut dimulai, Bahlil memastikan stok minimum BBM nasional hingga saat ini masih dalam batas aman, di tengah eskalasi konflik Teluk Persia yang masih belum kunjung mereda.

Sekadar informasi, Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) melaporkan saat ini kapasitas penyimpanan BBM nasional mencapai 9,16 juta kiloliter.

Anggota komite BPH Migas Fathul Nugroho menjelaskan, dari besaran itu, sebanyak 67% atau 6,1 juta kiloliter di antaranya merupakan milik PT Pertamina (Persero), smentara 33% penyimpanan BBM di RI atau 3,06 juta kiloliter dimiliki non-Pertamina.

Berikut 5 provinsi yang memiliki kapasitas penyimpanan BBM terbesar:

  • Jawa Timur sebesar 1,15 juta kiloliter
  • Jawa Barat sebesar 950.000 kiloliter
  • DKI Jakarta sebesar 910.000 kiloliter
  • Kepulauan Riau sebesar 890.000 kiloliter
  • Banten sebesar 770.000 kiloliter

(azr/wdh)

No more pages