Aura perdamaian di Timur Tengah menjadi pendongkrak harga emas. Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump sepakat untuk gencatan senjata dengan Iran selama dua minggu untuk melakukan pembicaraan.
“Saya sepakat untuk menunda pengeboman dan serangan kepada Iran selama dua pekan. Ini akan menjadi gencatan senjata bagi kedua belah pihak,” sebut Trump dalam cuitan di media sosial.
Perkembangan ini membuat harga minyak ambruk. Pada pukul 08:11 WIB, harga minyak jenis brent jatuh nyaris 14% ke level US$ 94/barel.
Jika situasi ini terus bertahan, maka risiko kenaikan harga energi akan mereda. Artinya ancaman inflasi pun bisa dihindari.
Apabila inflasi bisa lebih ‘jinak’, maka bank sentral akan punya ruang untuk melonggarkan kebijakan moneter dengan penurunan suku bunga acuan. Ini akan menjadi sentimen positif bagi emas, sebagai aset yang tidak memberikan imbal hasil (non-yielding asset).
(aji)






























