Logo Bloomberg Technoz

FTSE Pertahankan Kasta Indonesia, Tetap Secondary Emerging Market

Redaksi
08 April 2026 07:45

Ilustrasi Indeks FTSE 100 di London Stock Exchange (Dok Bloomberg)
Ilustrasi Indeks FTSE 100 di London Stock Exchange (Dok Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Salah satu penyedia indeks global (index provider), FTSE Russell, tetap mempertahankan status Indonesia sebagai secondary emerging market, setelah sebelumnya lembaga ini menunda evaluasi konstituen dari bursa saham RI pada Maret 2026.

Penundaan sebelumnya dilakukan menyusul reformasi bursa saham yang tengah dilakukan self regulatory organization (SRO), yang sebelumnya juga mendapat dorongan dari pemerintah.

Berdasarkan keterangan resmi FTSE Russel, Indonesia telah memperkenalkan berbagai inisiatif reformasi, termasuk peningkatan keterbukaan kepemilikan saham, perluasan kategori klasifikasi investor, hingga penerapan batas minimum free float


"Langkah-langkah tersebut ditujukan untuk menjawab kekhawatiran yang sebelumnya muncul terkait transparansi data dan keandalan informasi di pasar modal,” 

Keputusan terkait perlakuan efek Indonesia akan diumumkan menjelang review indeks Juni 2026 setelah mempertimbangkan progres reformasi dan masukan pelaku pasar.

Konsekuensi Penurunan Bobot