"Untuk mendukung langkah-langkah tersebut, Kementerian Pertanian telah menyiagakan alat dan mesin pertanian berupa pompa air, traktor, handsprayer, transplanter, dan lain-lain," jelasnya.
Menyambung pernyataan Amran, Direktur Utama Perum Bulog Ahmad Rizal Ramdhani menambahkan bahwa peningkatan CBP hingga level tertinggi tersebut tidak terlepas dari peran Bulog dalam melakukan pengadaan gabah dan beras secara intensif.
Adapun per 5 April 2026, Bulog telah menyerap 1,6 juta ton beras dan setara beras domestik, yang menurutnya menjadi realisasi penyerapan tertinggi sepanjang sejarah pada periode Januari hingga awal April.
Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa gudang Bulog masih memiliki kapasitas yang cukup untuk menampung cadangan beras tersebut. Saat ini, lanjut Rizal, Bulog juga sedang dalam proses menyewa gudang berkapasitas 762 ribu ton serta membangun gudang baru berkapasitas 250 ribu ton.
“Kesimpulannya, buffer stock Bulog dinyatakan dalam keadaan aman dan berlimpah. Kemudian yang kedua, Bulog siap menghadapi perkembangan dinamika global dan potensi perubahan iklim dengan menerapkan strategi dan langkah-langkah antisipasi,” jelas Rizal.
(red)




























