Sebagai informasi, saat ini pemerintah tengah melakukan berbagai langkah efisiensi. Langkah-langkah tersebut dilakukan di tengah penghematan anggaran yang dilakukan oleh pemerintah imbas naiknya harga minyak dunia.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartanto menyebut bahwa pemerintah tengah menginisiasi penghematan anggaran melalui refocusing belanja kementerian/lembaga (K/L).
Kebijakan ini dijalankan atas arahan Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto, sebagai bagian dari upaya memperkuat efektivitas belanja negara.
Airlangga menjelaskan, refocusing dilakukan dengan mengalihkan anggaran belanja yang dinilai kurang prioritas, seperti perjalanan dinas, rapat, belanja non-operasional, dan kegiatan seremonial.
Anggaran tersebut akan dialihkan menuju sektor yang lebih produktif dan berdampak langsung bagi masyarakat. Selain itu, pemerintah juga terus mendorong percepatan realisasi belanja kementerian dan lembaga, sekaligus melakukan penajaman program agar penggunaan anggaran menjadi lebih optimal.
Berdasarkan perhitungan pemerintah, potensi penghematan dari kebijakan ini cukup signifikan, yakni Rp 121,2 triliun-Rp 130,2 triliun.
(ell)



























