Transaksi Kripto RI Tergerus Rp6,89 T, OJK Bicara Faktor Global
Redaksi
06 April 2026 10:27

Bloomberg Technoz, Jakarta - Kepala Eksekutif Pengawas Inovasi Teknologi Sektor Keuangan, Aset Keuangan Digital, dan Aset Kripto Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang baru diangkat, Adi Budiarso, mengungkap dinamika aset kripto global mendorong penurunan nilai transaksi di dalam negeri.
Dalam paparannya terungkap bahwa nilai transaksi kripto baik di pasar spot dan derivatif per Februari kompak melemah. Penurunan “sejalan dengan penurunan harga sejumlah aset kripto utama di global,” kata Adi dalam Rapat Dewan Komisioner OJK atau RDKB OJK Bulanan Maret, Senin (6/4/2026).
Pada perjalanan transaksi bulan kedua 2026, nilai transaksi di pasar spot hanya Rp24,33 triliun. Nilai transaksi spot kripto turun 16,9% secara mtm karena catatan pada bulan Januari nilainya masih di Rp29,28 triliun.
Secara keseluruh transaksi derivatif aset kripto per Februari juga hanya Rp5,07 triliun, turun dibandingkan Januari Rp8,01 triliun. Secara akumulasi total transaksi kripto sepanjang 2026 tercatat Rp66,69 triliun, terdiri dari capaian di pasar spot Rp53,61 triliun dan bursa derivatif Rp13,08 triliun.
Dia juga menyampaikan bahwa kapitalisasi pasar kripto dalam negeri per Februari tercatat Rp23,59 triliun, menurun secara mtm Rp27,35 triliun. Di sisi lain, jumlah investor atau konsumen di industri kripto dan AKD masih naik tipis dan menembus Rp21,07 juta dari Rp20,7 juta.






























