Logo Bloomberg Technoz

Petani Sayur Boyolali Temukan Harapan Baru Lewat MBG

Redaksi
06 April 2026 13:27

Siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Angkasa 5 Halim, Jakarta Timur, Jumat (23/10/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Siswa menyantap Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Angkasa 5 Halim, Jakarta Timur, Jumat (23/10/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Pagi di Dukuh Pasah, Desa Senden, Kecamatan Selo, selalu dimulai dengan kesibukan yang sama. Di antara embun yang masih menggantung di daun, Budi mulai bekerja di kebunnya.

Barisan sayuran hijau tampak segar dan siap dipanen. Pakcoy tumbuh rapi, sementara tomat mulai berbuah. Brokoli dan wortel turut melengkapi ragam tanaman yang ia kelola.

“Saya petani hortikultura, menanam berbagai jenis sayuran seperti pakcoy, tomat, brokoli, wortel, dan lainnya,” ujar Budi saat ditemui di kebunnya.


Selama ini, hasil panen Budi tidak langsung sampai ke konsumen. Ia bersama petani lain mengandalkan pengepul yang kemudian menyalurkan hasil tani ke pasar-pasar besar seperti Cepogo, Bandungan, hingga Sragen. Rantai distribusi tersebut telah berlangsung lama, dengan harga yang kerap tidak menentu. 

Namun, belakangan mulai ada perubahan yang dirasakan. Kehadiran program Makan Bergizi Gratis (MBG) membuka jalur distribusi baru yang lebih dekat dan lebih pasti. “Sejauh ini sudah ada kerja sama dengan MBG, tapi kapasitasnya masih terbatas,” kata Budi.