Logo Bloomberg Technoz

"Kita berharap ini bisa segera diatasi dengan baik. Jangan sampai daya beli terpukul karena [banyak industri menaikkan harga]," tutur dia. 

"Walaupun kelangkaan ini akan memacu kenaikan harga, tapi sedapat mungkin kita di sektor industri untuk menahan diri. Jangan sampai menaikkan harga dalam situasi yang sulit saat ini. Sama-sama menjaga."

Sebelumnya, harga plastik di dunia, termasuk Indonesia mengalami lonjakan signifikan dalam beberapa waktu terakhir akibat terganggunya pasokan bahan baku global.

Kenaikan ini kemudian merambat ke industri petrokimia. Plastik pada dasarnya berasal dari turunan minyak dan gas, seperti nafta atau etana, yang menjadi bahan baku untuk memproduksi resin plastik (polyethylene, polypropylene, dll). 

Ketika harga energi naik, biaya produksi bahan baku petrokimia ikut terdorong naik.

Di dalam negeri, dampak juga telah terjadi pada industri makanan dan minuman (mamin), yang mulai merasakan kenaikan harga kemasan yang saat ini telah naik hingga 60%.

"Ini sangat berpengaruh terhadap ketersediaan kemasan plastik. Nah, ini yang mengakibatkan harga melonjak di pasar, khususnya pasar ritel; itu untuk yang kemasan-kemasan yang siap jual, kenaikan bisa bahkan 50-60%," ujarnya saat dihubungi, Selasa (31/3/2026) lalu.

Dari sisi otomotif, plastik juga menjadi salah satu komponen utama yang penting dalam produksi kendaraan maupun suku cadang.

(ibn)

No more pages