Pada Februari 2026, angka ini tercatat US$873,2 juta, dengan kontribusi signifikan dari negara pemasok utama seperti China, Thailand, dan Korea Selatan.
Indonesia Impor Plastik dari China-Korea Selatan
Badan Pusat Statistik (BPS) melaporkan Indonesia mengimpor plastik dan bahan plastik senilai US$873,2 juta pada Februari 2026 di tengah kenaikan harga plastik yang melambung karena pasokan bahan baku terganggu imbas eskalasi konflik Timur Tengah.
Kenaikan harga juga terjadi karena Indonesia mengimpor bahan baku plastik hingga 60%.
Deputi Bidang Distribusi dan Jasa BPS, Ateng Hartono, mengatakan plastik dan bahan plastik menjadi komoditas impor nonmigas yang memberikan andil defisit terbesar pada neraca perdagangan Januari-Februari 2026, yakni sebesar US$1,39 miliar.
Dia memerinci impor komoditas tersebut berasal dari China sebesar US$380,1 juta, Thailand sebanyak US$82,7 juta, dan juga dari Korea Selatan sebesar US$66,7 juta.
Ateng juga menjelaskan sepanjang Februari 2026, komoditas impor terbesar yakni mesin dan peralatan mekanis serta bagiannya (HS 84) senilai US$3,74 miliar.
Kemudian, mesin dan perlengkapan elektrik serta bagiannya (HS 85) sebesar US$2,74 miliar, serta plastik dan barang dari plastik senilai US$0,87 miliar.
(ain)






























