“Presiden juga mengapresiasi para CEO perusahaan Jepang yang telah menyampaikan perkembangan investasi serta berbagai masukan konstruktif dalam pertemuan tersebut,” tuturnya.
Dalam pertemuan dengan para CEO perusahaan Jepang, sejumlah komitmen investasi dan pengembangan proyek strategis disampaikan, antara lain:
- Tokyo Gas menjalin kerja sama dengan PLN untuk mendorong percepatan pengembangan proyek gasifikasi pembangkit listrik di kawasan Indonesia Timur, guna menggantikan pembangkit diesel dengan pemanfaatan liquefied natural gas (LNG) yang lebih ramah lingkungan.
- Mitsui yang akan mengembangkan ekonomi digital, real estate, retail dan makanan. Mitsui sendiri telah berkontribusi di banyak area dan proyek penting di Indonesia antara lain seperti pembangkit Listrik Paiton, proyek pupuk dan amonia dengan PT Pupuk Indonesia, mendukung program fase 1 Jakarta MRT, proyek LNG Tangguh, terminal kontainer NPCT1.
- Toyota corporation, melalui pendekatan “multiple pathway” perusahaan menawarkan “mobility for all” dengan produksi low-cost green car (LCGC), Hybrid EV, baterai EV, dan mesin E10 dan E20 yang kompatibel. Selama 55 tahun investasinya di Indonesia telah mendukung penyerapan 360 ribu tenaga kerja dari jaringan rantai pasok 1.700 perusahaan.
- Itochu terlibat dalam dua proyek penting terkait kemandirian energi Indonesia yaitu pembangkit Listrik 2 GW di Jawa Tengah dan proyek Sarulla 300MW. Perusahaan membutuhkan dukungan pemerintah terkait peningkatan kapasitas sehingga kedepan berpotensi untuk perluasan proyek geothermal.
- Inpex Corporation berkomitmen dalam pengembangan Proyek LNG Abadi di Blok Masela, Pulau Tanimbar, Provinsi Maluku, yang telah mendapatkan persetujuan lingkungan, saat ini tengah memasuki tahap penyelesaian Front-End Engineering Design (FEED) dan penyelesaian kompensasi kepada masyarakat sebelum rencana groundbreaking dilakukan.
Adapun realisasi investasi Jepang di Indonesia dalam periode 2021–2025 tercatat mencapai US$17,1 miliar, dengan rata-rata pertumbuhan 13,2% dan penyerapan tenaga kerja sebanyak 278.887 orang. Jepang saat ini menempati posisi sebagai investor terbesar ke-5 di Indonesia.
Dominasi Manufaktur sebagai Penggerak Utama
Berdasarkan catatan BKPM, selama ini investasi Jepang di Indonesia didominasi oleh sektor manufaktur dengan kontribusi sekitar 65%, diikuti sektor jasa (30%) dan sektor primer (2%). Dominasi ini menunjukkan peran strategis Jepang dalam mendorong industrialisasi dan hilirisasi nasional.
Dari sisi wilayah, investasi Jepang masih terkonsentrasi di Pulau Jawa sebesar 94%, dengan sebaran utama di Jawa Barat (46%), DKI Jakarta (15%), Jawa Timur (14%), Jawa Tengah (10%), dan Banten (10%). Pemerintah memandang komitmen tersebut akan memperkuat peran Jepang dalam pengembangan industri, energi bersih, serta transformasi ekonomi nasional ke depan.
(ain)




























