Nothing dikenal karena estetika uniknya: Seri ponselnya yang diproduksi dilengkapi deretan lampu LED dan bagian belakang transparan, sementara headphone-nya memiliki bantalan telinga berbentuk persegi. Menurut sumber-sumber tersebut, perusahaan berencana menerapkan pendekatan desain yang sama pada kacamata tersebut.
Nothing baru-baru ini merilis dua smartphone baru, yaitu 4a kelas bawah dan 4a Pro kelas menengah. Namun, Nothing menunda pembaruan model andalannya, 3, yang bersaing dengan produk dari Apple dan Samsung Electronics Co. di segmen kelas atas. Penerimaan terhadap 4a cukup positif berkat harga dan desainnya.
Nothing fokus pada pertumbuhan di pasar emerging, termasuk India dan sebagian Eropa, namun belum berhasil menembus pasar AS. Tahun lalu, Nothing menggalang dana putaran Series C senilai US$200 juta atau setara Rp3,39 triliun, sehingga valuasi totalnya mencapai US$1,3 miliar (sekitar Rp22,09 triliun). Investornya termasuk GV (sebelumnya Google Ventures) dan Qualcomm Ventures.
Walau Nothing masih tergolong kecil dibandingkan dengan produsen perangkat lainnya, perusahaan telah mengembangkan basis penggemar khusus di kalangan penggemar teknologi dan pengembang. Pei adalah salah satu pendiri OnePlus, merek populer asal China yang dimiliki oleh OPPO.
Kemajuan di bidang AI telah menjadi inti dari strategi Nothing, dimana perusahaan baru-baru ini merilis sebuahtool untuk ponselnya yang memungkinkan pelanggan membuat widget layar beranda menggunakan vibe coding, sebuah bentuk pemrograman yang dibantu AI. Widget tersebut kemudian dapat dibagikan kepada pengguna Nothing lainnya.
Nothing juga telah mengintegrasikan AI ke seluruh sistem operasinya, sehingga memungkinkan sistem tersebut menangani tugas-tugas seperti menganalisis memo suara dan tangkapan layar.
Sementara itu, Apple berencana meluncurkan kacamata pada awal tahun depan, seperti dilaporkan Bloomberg News. Perusahaan ini merencanakan serangkaian perangkat wearable berbasis AI yang akan menggunakan kamera pengenalan gambar untuk menganalisis lingkungan dan mengirimkan data ke asisten digital Siri.
Minggu ini, Meta mengumumkan versi baru kacamata Ray-Ban-nya dengan fokus pada pengguna kacamata resep. Dan Google serta Samsung berencana meluncurkan kacamata mereka tahun ini.
Namun, ini masih merupakan pasar yang baru berkembang. Tak satu pun dari model yang akan datang akan dilengkapi dengan tampilan augmented reality — tujuan akhir dari kacamata pintar.
(bbn)






























