Berdasarkan data pemantauan kapal Vessel Finder dan pelacakan kapal Bloomberg sampai dengan Rabu (1/4/2026), posisi Pertamina Pride terpantau masih menurunkan jangkar di perairan Arab Saudi dekat pelabuhan Ras Tanura.
Kapal jenis supertanker atau very large crude carrier (VLCC) berbendera Singapura yang dibangun pada 2021 tersebut dikabarkan membawa komoditas energi untuk kebutuhan dalam negeri.
Menurut data informasi kargo di pelacakan kapal, Pertamina Pride saat ini tercatat sedang memuat 249.821 metrik ton (setara dengan sekitar 1,86—1,90 juta barel) minyak mentah/kondensat dengan status laden alias sedang membawa muatan penuh.
Kapal tanker minyak berkapasitas sangat besar atau VLCC umumnya memiliki kapasitas angkut sekitar 2 juta barel minyak.
Lebih lanjut, supertanker tersebut juga tercatat singgah di Pelabuhan Assaluyeh, Iran pada 7 Maret 2026 dengan tujuan Ras Tanura, Arab Saudi. Pada 8 Maret, Pertamina Pride terdeteksi singgah di Ras Tanura, dan pada 16 Maret juga di Ras Tanura dengan jadwal keberangkatan menuju Cilacap.
Adapun, perkiraan tiba atau estimated time of arrival (ETA) Pertamina Pride di Cilacap adalah pada 2 April 2026 (09:00 UTC atau sekitar 16:00 WIB).
Namun, berdasarkan pelacakan peta per Kami pagi ini, tanker tersebut terlihat masih berada di pesisir Teluk Persia.
Di sisi lain, terdapat satu tanker PIS yang masih belum dapat melewati Selat Hormuz, yakni Gamsunoro.
Tanker tersebut tercatat dalam perjalanan dari pelabuhan Khur Al Zubair, Iraq menuju Dubai, Uni Emirat Arab (UEA). Gamsunoro sendiri sedang berlayar untuk melayani pihak ketiga (non-Pertamina).
Akhir pekan lalu, PT Pertamina International Shipping (PIS) bersama Kementerian Luar Negeri mengungkapkan sedang membahas teknis agar kedua kapal perseroan, yakni Pertamina Pride dan Gamsunoro, dapat melintasi Selat Hormuz dengan aman.
Awalnya terdapat empat kapal PIS yang berada di kawasan Timur Tengah. Antara lain; Gamsunoro di Khor al Zubair, Irak, Pertamina Pride yang tengah melakukan proses muat di Ras Tanura, PIS Rinjani dalam posisi lego jangkar di Khor Fakkan, serta PIS Paragon di Oman.
Belum lama ini, PIS Paragon dan PIS Rinjani berhasil keluar dari wilayah konflik Timur Tengah, dan tengah melayani distribusi energi untuk mitra pihak ketiga.
Secara total, PIS saat ini mengoperasikan 345 kapal untuk mendukung kebutuhan energi dalam negeri.
(azr/wdh)




























