MAMI yang sebelumnya dikenal sebagai manajer investasi terbesar di Indonesia kian memperkuat posisinya. Per akhir 2025, MAMI mengelola dana investasi sebesar Rp124,3 triliun dengan lebih dari 2,5 juta nasabah.
Di sisi lain, Schroders Indonesia yang telah beroperasi sejak 1991 juga memiliki basis kuat di pasar domestik dengan aset kelolaan lebih dari Rp53 triliun per Desember 2025.
"Akuisisi ini bukan sekadar transaksi, tetapi membuka babak baru dalam perjalanan kami untuk memberikan dampak yang lebih luas,” kata CEO & President Director MAMI Afifa lewat siaran pers.
Adapun CEO & President Director Schroders Indonesia, Michael T. Tjoajadi, menilai bergabungnya perusahaan ke dalam MAMI menjadi babak penting sembari menjaga serta menghadirkan akses terhadap sumber daya yang lebih luas, kapabilitas yang lebih dalam, dan peluang pertumbuhan baru.
“Kami antusias terhadap peluang baru yang akan tercipta bagi kami, para nasabah, dan seluruh tim,” kata Michael.
(prc/naw)




























