Logo Bloomberg Technoz

Ekonom Sebut Harga Keekonomian Pertamax Rp14.960 Jika Tak Ditahan

Azura Yumna Ramadani Purnama
01 April 2026 15:20

Sejumlah pengendara mengantre mengisi BBM di SPBU Pertamina, Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Sejumlah pengendara mengantre mengisi BBM di SPBU Pertamina, Jakarta Selatan, Selasa (31/3/2026). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kepala Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengkalkulasi saat ini harga keekonomian bahan bakar minyak (BBM) RON 92 atau Pertamax mencapai Rp14.960/liter, jika harga bensin nonsubsidi tersebut tidak ditahan oleh pemerintah melalui PT Pertamina (Persero).

Josua mencatat harga minyak mentah Brent per hari ini berada di kisaran US$105,64/barel, sementara rata-rata harganya sepanjang 1 Januari hingga 1 April 2026 tercatat sekitar US$78,38/barel atau di atas asumsi harga minyak mentah Indonesia (ICP) 2026 senilai US$70/barel.

Di sisi lain, rata-rata pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dalam periode yang sama tercatat sebesar Rp16.859/US$.

Grafik harga minyak. (Sumber: Bloomberg)

Untuk itu, berdasarkan perhitungannya harga keekonomian Pertamax seharusnya berada di sekitar Rp14.960/liter, jauh di atas harga Pertamax di Jawa yang pada bulan ini ditahan di Rp12.300/liter.

“Harga keekonomian Pertamax sekitar Rp14.960,4/liter, dengan demikian setiap 1 juta kl [kiloliter] penjualan Pertamax akan menimbulkan beban sekitar Rp2,66 triliun,” kata Josua ketika dihubungi, Rabu (1/4/2026).