Logo Bloomberg Technoz

Penutupan jalur pelayaran krusial tersebut telah mencekik pasokan minyak mentah dan gas ke pasar global, yang berakibat pada lonjakan harga energi dan kekhawatiran akan krisis inflasi. Harga eceran bensin di AS bahkan menembus US$4 per galon untuk pertama kalinya sejak Agustus 2022—situasi yang kemungkinan besar akan meningkatkan tekanan politik bagi Trump.

"Saya pikir dalam dua minggu, mungkin dua minggu, mungkin tiga," ujar Trump di Gedung Putih pada Selasa, sembari mengisyaratkan bahwa ia akan menyerahkan urusan Selat Hormuz kepada negara lain. "Kami akan pergi karena tidak ada alasan bagi kami untuk terus melakukan ini."

Selama ini, Trump kerap berubah-ubah antara menyebut kesepakatan dengan Iran sudah dekat atau memperingatkan kesiapan untuk meningkatkan operasi militer. Pada Selasa kemarin, ia menegaskan AS akan pergi jika Teheran dipastikan tidak bisa mendapatkan senjata nuklir, seraya mengklaim rezim yang berkuasa saat ini "lebih baik" daripada kepemimpinan sebelumnya.

Berdasarkan data pelacakan yang dihimpun Bloomberg, jumlah kapal yang transit melalui Selat Hormuz dengan sinyal aktif mulai merangkak naik. Rata-rata mingguan transit dua arah meningkat menjadi tujuh kapal hingga Senin kemarin, naik dari lima kapal pada minggu sebelumnya. Dilaporkan bahwa Teheran telah menyetujui banyak dari transit tersebut.

"Saya pikir reaksi berlebihan dan kepanikan mulai berkurang dari kurva harga berjangka minyak mentah," kata Dennis Kissler, Wakil Presiden Senior Perdagangan di BOK Financial Securities Inc. "Pasar merasakan adanya deeskalasi setidaknya dalam jangka pendek, dan kemungkinan adanya lebih banyak pembicaraan lebih lanjut."

Harga:

  • Harga WTI untuk pengiriman Mei naik 0,8% menjadi US$102,23 per barel pada pukul 6:52 pagi di Singapura.
  • Harga Brent untuk penyelesaian Juni ditutup turun 3,2% menjadi US$103,97 per barel pada hari Selasa.

(bbn)

No more pages