Logo Bloomberg Technoz

Konsensus: Ekspor-Impor Tumbuh, Surplus Neraca Dagang Menebal

Tim Riset Bloomberg Technoz
31 March 2026 13:02

Ilustrasi Perdagangan Ekspor Impor di Pelabuhan. (Dok: Bloomberg)
Ilustrasi Perdagangan Ekspor Impor di Pelabuhan. (Dok: Bloomberg)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Data ketahanan eksternal Indonesia pada Februari 2026 diproyeksikan bakal mengalami perbaikan dibandingkan capaian bulan sebelumnya. 

Konsensus Bloomberg yang melibatkan lebih dari 19 analis/ekonom memperkirakan median proyeksi pertumbuhan ekspor pada Februari membaik menjadi 4,08% year-on-year (yoy). Sementara dari hasil konsensus dihasilan median rata-rata pertumbuhan impor diproyeksikan menjadi 10,64% yoy. 

Jika proyeksi ini terealisasi, maka kondisi tersebut memberi sinyal bahwa sektor eksternal masih relatif memiliki daya dorong, terutama di tengah harga komoditas yang relatif terjaga. 


Sebagai pembanding, pada Januari nilai impor melonjak 18,2% dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Pada Desember 2025 capaian impor juga melonjak 10,81%, jauh berbeda dari proyeksi ekonom yang menyebut proyeksi impor terkontraksi 2,7%. 

Akan tetapi lonjakan impor ini dalam konteks neraca eksternal malahan bisa mendatangkan konsekuensi berbeda. Memang kenaikan impor bisa jadi sinyal yang menandakan adanya aktivitas domestik yang mulai menggeliat, sebab impor lebih dominan bahan baku dan barang modal seperti alat produksi.