Logo Bloomberg Technoz

Selain itu, perang juga menciptakan risiko di pasar keuangan. Mata uang berbagai negara (terutama negara-negara berkembang) mengalami tekanan sehingga bank sentral harus turun tangan menjadi ‘pemadam kebakaran’.

Aksi intervensi untuk stabilisasi mata uang tentu butuh modal. Jadi sangat mungkin bank sentral akan melepas cadangan emas mereka demi mendapat dana segar untuk stabilisasi nilai tukar.

Padahal setidaknya dalam dua tahun terakhir, aksi borong oleh bank sentral menjadi salah satu faktor penting yang mendongkrak harga emas. Ketika yang terjadi adalah sebaliknya, maka harga emas pun anjlok.

Analisis Teknikal

Lantas bagaimana prediksi harga emas untuk minggu ini? Apakah bisa naik lagi atau malah kembali terkoreksi?

Secara teknikal dengan perspektif mingguan (weekly time frame), emas mampu bertahan di zona bullish. Terlihat dari Relative Strength Index (RSI) 14 hari yang sebesar 50.

Namun RSI emas hanya berada di ambang batas bullish. Jadi sejatinya cenderung netral saja.

Sedangkan indikator Stochastic RSI 14 hari ada di 0. Paling rendah, sudah sangat jenuh jual (oversold).

Untuk perdagangan pekan ini, harga emas masih berpotensi naik. Apalagi harga sudah menembus pivot point US$ 4.398/troy ons.

Target resisten terdekat adalah US$ 4.733/troy ons yang merupakan Moving Average (MA) 5. Resisten berikutnya ada di MA-10 yaitu US$ 4.892/troy ons.

Target paling optimistis atau resisten terjauh adalah US$ 5.249/troy ons.

Namun kalau harga emas malah turun, maka US$ 4.447/troy ons rasanya akan menjadi support terdekat. Target koreksi berikutnya ada di rentang US$ 4.296-3.918/troy ons.

Target paling pesimistis atau support terjauh ada di US$ 3.737/troy ons.

(aji)

No more pages