Logo Bloomberg Technoz

OJK Nilai Pembelian SBN Wajar di Tengah Likuiditas Longgar

Pramesti Regita Cindy
26 March 2026 17:00

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK,  Dian Ediana Rae saat Hasil RDK Bulanan Juni 2024. (Youtube OJK)
Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK,  Dian Ediana Rae saat Hasil RDK Bulanan Juni 2024. (Youtube OJK)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan pembelian Surat Berharga Negara (SBN) oleh perbankan merupakan langkah yang wajar utamanya dalam kondisi likuiditas yang longgar. 

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK, Dian Edian Rae menuturkan penempatan dana di SBN tak lain merupakan bagian dari strategi bagi perbankan untuk mengoptimaliasi likuiditas agar tidak menganggur. 

Menurutnya, langkah ini juga sejalan dengan tambahan likuiditas dari pemerintah, termasuk penempatan dana ke bank-bank milik negara. Dengan kondisi likuiditas yang lebih longgar, bank memiliki ruang untuk mengelola dana secara lebih fleksibel, termasuk melalui instrumen SBN.


"SBN itu seperti yang saya pernah juga sampaikan ke rekan-rekan sekarang itu kan hanya temporary, istilahnya temporary investment. Ya kalau masa dibiarkan nganggur kan, lebih baik kan diinvestasikan berapa persen pun. Tetapi tujuan akhir sebuah bank itu adalah memberikan kredit," kata Dian ketika ditemui di Mahkamah Agung (MA), Jakarta (25/3/2026). 

"Coba bandingkan sekarang berapa sekarang SBN paling tinggi? Berapa? 6% sekarang. Kalau kredit itu bisa di atas 9-10%. Kan gitu. Jadi tentu saja bank itu kalau misalnya demandnya sudah cukup tinggi nanti tidak akan lagi dipakai itu. Ya mungkin itu dicairkan kan gitu. Nah jadi memang kalau temporary nggak ada masalah kalau menurut saya," sambungnya.