Logo Bloomberg Technoz

BI Ungkap Alasan Beli SBN: Tambah Likuditas & Stabilkan Yield

Mis Fransiska Dewi
08 April 2026 18:50

Ilustrasi Surat Utang (Diolah)
Ilustrasi Surat Utang (Diolah)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Bank Indonesia (BI) membeberkan alasan bank sentral membeli Surat Berharga Negara (SBN) di pasar sekunder, meski hal ini menjadi kontroversi di kalangan pelaku ekonomi. Tujuan utamanya adalah untuk menambah likuiditas di pasar uang Indonesia hingga mendukung stabilitas imbal hasil atau yield di pasar SBN.

“Karena dengan membeli SBN itu sebagai salah satu upaya untuk menjaga yield-nya tidak terlalu tinggi,” kata Kepala Departemen Komunikasi BI, Ramdan Denny Prakoso di Kompleks Parlemen, Rabu (8/4/2026). 

Sebelumnya, BI melaporkan telah membeli Surat Berharga Negara (SBN) senilai Rp86,16 triliun hingga 16 Maret 2026. Pembelian ini sebagai bagian dari sinergi antara kebijakan moneter dan kebijakan fiskal.


“Bank Indonesia membeli SBN pada 2026 (hingga 16 Maret 2026) mencapai Rp86,16 triliun, termasuk pembelian di pasar sekunder sebesar Rp46,72 triliun,” ujar Gubernur BI Perry Warjiyo dalam konferensi pers Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, Selasa (17/3/2026). 

Perry menjelaskan pembelian SBN di pasar sekunder dilakukan sesuai mekanisme pasar, secara terukur dan transparan, serta konsisten dengan program moneter untuk menjaga stabilitas perekonomian.