Kondisi aorta dapat melemah akibat berbagai faktor risiko. Di antaranya adalah tekanan darah tinggi, kebiasaan merokok, pola makan tinggi kolesterol, diabetes, hingga faktor usia dan genetik.
Menurut dr. Yan, hipertensi yang tidak terkontrol menjadi penyebab paling umum. Tekanan darah tinggi yang berlangsung terus-menerus dapat merusak dinding aorta secara perlahan.
“Faktor penyebab yang paling sering ditemukan adalah tekanan darah tinggi (hipertensi) yang tidak terkontrol. Kondisi ini dapat membuat dinding aorta melemah karena terus-menerus menerima tekanan yang tinggi,” terang dr. Yan.
Gangguan aorta sendiri memiliki beberapa bentuk yang perlu diwaspadai. Salah satunya adalah aneurisma aorta, yaitu pelemahan dinding pembuluh darah yang menyebabkan pembengkakan seperti balon.
Kondisi ini sangat berbahaya karena berisiko pecah dan menyebabkan perdarahan hebat. Aneurisma dapat terjadi di area dada maupun perut, dan sering kali tidak menimbulkan gejala hingga ukurannya membesar.
“Banyak pasien tidak merasakan keluhan apa pun dan baru datang ke IGD saat pembuluhnya sudah pecah,” ujar dr. Yan.
Waspadai Gejala dan Pentingnya Deteksi Dini
Selain aneurisma, terdapat juga kondisi diseksi aorta. Ini terjadi ketika lapisan dalam dinding aorta robek, sehingga darah masuk ke celah dan memisahkan lapisan pembuluh darah.
Diseksi aorta biasanya disertai gejala nyeri hebat di dada atau punggung yang terasa seperti disobek. Kondisi ini termasuk kegawatdaruratan medis yang membutuhkan penanganan segera.
Gangguan lain yang dapat terjadi adalah aterosklerosis atau penyempitan aorta akibat penumpukan plak lemak. Kondisi ini menghambat aliran darah dan meningkatkan risiko penyakit jantung serta stroke.
Dalam beberapa kasus, gangguan aorta juga dapat dipicu oleh kelainan bawaan. Oleh karena itu, penting untuk mengenali faktor risiko sejak dini agar dapat melakukan pencegahan.
Gejala yang perlu diwaspadai antara lain nyeri dada atau punggung hebat, nyeri perut berdenyut, pusing, sesak napas, hingga pingsan. Perbedaan denyut nadi antara sisi kanan dan kiri juga bisa menjadi tanda adanya gangguan.
Pencegahan dapat dilakukan dengan menjaga gaya hidup sehat. Mengontrol tekanan darah, berhenti merokok, rutin berolahraga, serta mengonsumsi makanan rendah lemak menjadi langkah penting.
Selain itu, pemeriksaan kesehatan secara berkala juga diperlukan untuk mendeteksi gangguan sejak dini. Deteksi awal dapat meningkatkan peluang penanganan yang lebih efektif.
Sebagai bagian dari upaya penanganan, fasilitas layanan kesehatan juga berperan penting. Mayapada Hospital Surabaya menghadirkan & dengan pendekatan komprehensif.
Layanan ini mencakup penanganan darurat melalui Chest Pain Unit, pengobatan lanjutan dengan teknologi terkini, serta pendekatan kolaboratif antarspesialis dalam menentukan terapi terbaik.
Pendekatan multidisiplin tersebut memungkinkan pasien mendapatkan penanganan yang tepat sesuai kondisi. Mulai dari tindakan diagnostik hingga terapi lanjutan dapat dilakukan secara terintegrasi.
Selain itu, dukungan teknologi seperti alat bantu pompa jantung modern juga tersedia untuk pasien dengan kondisi tertentu. Pendampingan pasien dilakukan secara menyeluruh untuk memastikan proses perawatan berjalan optimal.
Informasi terkait layanan jantung juga dapat diakses melalui fitur digital yang memudahkan pemantauan kesehatan. Hal ini menjadi bagian dari upaya meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan jantung dan pembuluh darah.
Kesadaran akan bahaya gangguan aorta menjadi langkah awal dalam mencegah risiko yang lebih besar. Dengan deteksi dini dan penanganan yang tepat, potensi komplikasi dapat diminimalkan.
(tim)




























