Logo Bloomberg Technoz

Terlebih, Iran juga menyerang kilang minyak dan fasilitas gas di Israel.

Secara teknikal, tekanan koreksi IHSG makin terlihat. IHSG diperkirakan berpotensi melemah dan menguji level support di 6.800–7.000. 

Sementara itu, analis BRI Danareksa Sekuritas menyebut, pasca libur panjang IHSG diprediksi masih menghadapi tekanan seiring ketidakpastian geopolitik yang belum mereda, meskipun terdapat wacana gencatan senjata dan penundaan serangan terhadap pusat energi Iran oleh AS selama lima hari, hal tersebut telah dibantah oleh pihak Iran. 

“Kondisi risk–off masih dominan, tercermin dari volatilitas harga komoditas seperti emas, minyak, dan gas alam, serta pelemahan bursa saham regional, khususnya di kawasan Asia,” papar  BRI Danareksa dalam riset terbarunya pagi ini, Rabu (25/3/2026).

Dengan demikian, diproyeksikan IHSG masih berpotensi bergerak dalam tekanan dengan kisaran support pada 6.950–7.000 dan resistance pada 7.135–7.200. 

Phintraco Sekuritas merekomendasikan sejumlah saham pada perdagangan hari ini saham MEDC, ELSA, ENRG, SIDO dan INDY. Sementara BRI Danareksa Sekuritas merekomendasikan saham ITMG, PGAS, dan FORE.

Senada dengan keduanya, analis CGS International Sekuritas Indonesia menjelaskan, melemahnya mayoritas Bursa Wall Street serta masih tingginya ketidakpastian global seiring masih berlangsungnya konflik geopolitik di Timur Tengah berpotensi menjadi sentimen negatif untuk pasar. 

Sementara itu, aksi net buy asing dan menguatnya mayoritas harga–harga komoditas diperkirakan dapat menjadi sentimen positif.

“IHSG hari ini diprediksi bergerak bervariasi cenderung melemah pada kisaran support 7.000–6.920 dan resistance 7.225–7.328,” analisis CGS International Sekuritas, Rabu.

Rekomendasi saham darinya, MEDC, UNVR, AADI, ISAT, ENRG, dan INKP.

(fad)

No more pages