Skenario IHSG Setelah Iran Bantah Adanya Dialog dengan AS
Muhammad Julian Fadli
25 March 2026 08:40

Bloomberg Technoz, Jakarta - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) diprediksi melemah pada perdagangan hari ini, Rabu (25/3/2026), setelah rangkaian sentimen global menekan minat risiko investor. IHSG hari ini menghadapi area support 7.000 sampai dengan 6.800.
Menurut analis Phintraco Sekuritas, tekanan utama datang dari gejolak harga minyak mentah dan gas, yang memicu Bank Sentral dunia siaga penuh terhadap potensi inflasi yang kembali meningkat.
Pada pekan lalu, The Fed, ECB, BoE , BoJ dan Bank of Canada juga mempertahankan suku bunga masing–masing di level yang sama. The Fed masih memproyeksikan satu kali penurunan suku bunga sebesar 25 bps pada tahun ini, namun investor sudah tidak memperhitungkan hal tersebut karena kecemasan akan inflasi.
Pelaku pasar global juga menghadapi ketidakpastian, terbaru, Iran membantah telah terjadi negosiasi meskipun mengakui telah menerima pesan dari negara lain tentang permintaan AS untuk berdialog. Sebelumnya Iran mengancam akan menyerang infrastruktur energi, teknologi informasi dan desalinasi milik AS dan Israel jika AS menyerang infrastruktur energi Iran.
Mayoritas Bursa global tertekan selama sepekan akibat meningkatnya eskalasi perang di Timur Tengah, kenaikan harga minyak mentah dan kecemasan akan kenaikan suku bunga jika terjadi kenaikan inflasi. Akibat adanya serangan Israel terhadap ladang gas South Pars di Iran pada 18 Maret, yang merupakan ladang gas terbesar di dunia, memicu serangan balasan Iran terhadap infrastruktur energi di 9 negara sekaligus, termasuk kota industri Ras Laffan di Qatar, yang merupakan pabrik LNG terbesar di dunia, unit gas di Kuwait, serta kilang minyak di Arab Saudi dan UEA.




























