“Kita tahu bahwa polusi udara mengurangi IQ, kita tahu bahwa polusi udara mengurangi kemampuan kerja fisik, dan kita tahu bahwa polusi udara pada akhirnya akan merugikan sistem kesehatan karena orang membutuhkan perawatan medis dan keluar dari angkatan kerja.”
Kebakaran hutan memainkan peran utama dalam penurunan tahun lalu, dengan emisi rekor dari insiden di Eropa dan Kanada.
Polusi udara luar ruangan menewaskan sekitar 5,7 juta orang pada 2020 dan kerugian ekonomi tahunan diperkirakan antara US$4,5 triliun dan US$6,1 triliun, setara dengan 6,5% dari produk domestik bruto (PDB) global, kata Bank Dunia dalam sebuah laporan tahun lalu.
Saat beberapa negara, termasuk China, memberlakukan standar kualitas udara yang lebih ketat, kebijakan tersebut sedang dicabut di Amerika Serikat (AS) di bawah upaya Badan Perlindungan Lingkungan (EPA) untuk menghapus peraturan yang dianggap meningkatkan biaya dan membatasi pilihan konsumen.
Sebanyak 25 kota paling tercemar di dunia semuanya terletak di India, Pakistan, dan China; di mana emisi industri, knalpot kendaraan, badai debu, dan pembakaran tanaman berkontribusi pada kualitas udara yang buruk, menurut laporan IQAir.
Beberapa kondisi terburuk pada November dan Desember dalam beberapa tahun terakhir di India utara menimbulkan risiko yang lebih serius bagi perekonomian negara daripada tarif perdagangan, kata mantan pejabat Dana Moneter Internasional atau International Monetary Fund (IMF), Gita Gopinath, kepada Forum Ekonomi Dunia atau World Economic Forum (WEF) di Davos pada Januari 2026.
Pakistan dan Bangladesh memiliki konsentrasi PM2.5 rata-rata tahunan tertinggi, sementara Polinesia Prancis dan Puerto Riko mencatat total terendah dan termasuk di antara 13 negara atau wilayah dengan tingkat di bawah batas yang direkomendasikan WHO, kata IQAir dalam laporan tersebut.
Perusahaan yang berbasis di Swiss ini adalah penyedia data kualitas udara dan memasok sistem pemurnian dan pemantauan.
PM2.5 dianggap sebagai risiko yang lebih besar bagi kesehatan manusia daripada partikel yang lebih besar karena partikel tersebut dapat menempel jauh di dalam paru-paru dan menyebabkan peradangan, meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular dan pernapasan, serta kanker.
Anak-anak yang terpapar polusi udara dapat menderita kerusakan pernapasan permanen.
Menurut laporan tersebut, sumber utama PM2.5 dari aktivitas manusia meliputi mesin pembakaran, emisi industri, pembangkit listrik, pertanian, dan pembakaran kayu atau batu bara di perumahan.
Pusat data untuk kecerdasan buatan dipandang sebagai sumber potensial polusi PM2.5 yang muncul di AS, baik secara tidak langsung melalui peningkatan emisi pembangkit listrik maupun secara langsung sebagai akibat dari penggunaan generator diesel untuk daya cadangan.
(bbn)




























