Logo Bloomberg Technoz

Gangguan Produksi Sulut Kenaikan Harga Bawang Saat Lebaran

Muhammad Fikri
23 March 2026 20:50

Pedagang mengambil bawang merah kupas di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa (7/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)
Pedagang mengambil bawang merah kupas di Pasar Kebayoran Lama, Jakarta, Selasa (7/12/2025). (Bloomberg Technoz/Andrean Kristianto)

Bloomberg Technoz, Jakarta - Sekretaris Jenderal Asosiasi Bawang Merah Indonesia Ikhwan Arif mengatakan kenaikan harga bawang belakangan disebabkan karena terganggunya produksi di sejumlah sentra produksi.

Sejumlah gangguan produksi itu terjadi di Solok, Sumatra Barat dan Enrekang, Sulawesi Selatan. Menurut dia, situasi itu membuat pasokan tidak optimal di tengah meningkatnya permintaan selama libur Lebaran.

“Produksi terganggu, terutama karena faktor musim dan serangan hama,” kata Ikhwan saat dihubungi, Senin (23/3/2026).


Meski demikian, stok bawang di pasar masih tersedia, meskipun tidak dalam kondisi berlebih. “Untuk bawang ada, tapi tidak over. Lonjakan harga masih wajar,” kata Ikhwan.

Dengan kondisi tersebut, harga bawang masih berpotensi berfluktuasi dalam jangka pendek, seiring terbatasnya bantalan pasokan di pasar.