Logo Bloomberg Technoz

Gas Eropa Menguat saat AS dan Iran Saling Ancam soal Hormuz

News
23 March 2026 20:00

Pipa gas alam Eropa./dok. Bloomberg
Pipa gas alam Eropa./dok. Bloomberg

Elena Mazneva- Bloomberg News

Bloomberg, Harga gas alam Eropa kembali menguat seiring pelaku pasar mencermati saling ancam antara Amerika Serikat dan Iran terkait Selat Hormuz, yang menambah kecemasan di pasar yang sudah volatil.

Kontrak acuan melonjak lebih dari 5% pada awal perdagangan, sekaligus menutup pelemahan pada sesi sebelumnya. Pada Sabtu, Presiden AS Donald Trump memberi tenggat dua hari kepada Iran untuk membuka kembali Hormuz atau menghadapi serangan terhadap pembangkit listriknya. Iran merespons dengan ancaman akan menyerang infrastruktur penting di seluruh Timur Tengah jika ancaman tersebut direalisasikan.


Perang kini memasuki pekan keempat tanpa tanda mereda. Aktivitas pelayaran melalui Hormuz praktis terhenti sepanjang bulan ini, memangkas hampir 20% aliran liquefied natural gas (LNG) global. Di saat yang sama, fasilitas LNG terbesar di Qatar juga tidak beroperasi dan sekitar 17% kapasitasnya mengalami kerusakan. Negara tersebut menyatakan butuh waktu hingga lima tahun untuk kembali ke tingkat produksi sebelum perang.

Harga gas di Eropa dan Asia berpotensi menguat lebih lanjut seiring dampak negatif yang lebih besar terhadap pasokan LNG global, menurut analis Goldman Sachs Group Inc. termasuk Samantha Dart dalam catatan pada Minggu. “Serangan luas terhadap infrastruktur energi di Timur Tengah pekan lalu menunjukkan gangguan pasokan energi akan berlangsung lebih lama dari perkiraan sebelumnya,” tulis mereka, sembari menaikkan proyeksi harga.