Warga Jepang Tolak Kirim Pasukan ke Hormuz Meski Ditekan Trump
News
23 March 2026 15:00

Yoshiaki Nohara - Bloomberg News
Bloomberg, Mayoritas masyarakat Jepang menolak pengiriman kapal perang ke Timur Tengah untuk merespons perang di Iran. Hal ini terungkap dalam dua jajak pendapat yang dilakukan akhir pekan lalu, di tengah tekanan terus-menerus dari Amerika Serikat (AS) agar sekutunya membantu mengamankan Selat Hormuz.
Dalam survei yang dirilis surat kabar Yomiuri, sebanyak 67% responden menyatakan penolakannya terhadap pengiriman Pasukan Bela Diri (SDF) ke wilayah tersebut. Sementara itu, jajak pendapat yang dilakukan ANN menunjukkan 52% responden menentang pengerahan tersebut. Meski demikian, tingkat kepercayaan publik terhadap kabinet Perdana Menteri Sanae Takaichi tetap tinggi, masing-masing di angka 71% dan 65,2%. Mayoritas warga juga memberikan penilaian positif terhadap hasil pembicaraan Takaichi dengan Presiden AS Donald Trump pada 19 Maret lalu.
Takaichi berhasil menghindari konfrontasi langsung dengan Trump terkait dukungan Jepang dalam mengamankan selat tersebut, namun Trump terus menekan Jepang untuk mengambil peran lebih besar. Hal ini menjadi dilema bagi Tokyo, mengingat sebagian besar impor minyak mereka sangat bergantung pada jalur air yang saat ini efektif terblokir tersebut.
Perdana menteri menyatakan telah menjelaskan kepada Trump bahwa meskipun Jepang bersedia berkontribusi, ada batasan hukum yang tidak bisa dilanggar. Namun, Menteri Luar Luar Negeri Jepang, Toshimitsu Motegi, memberikan sinyal pada akhir pekan lalu bahwa pengiriman kapal penyapu ranjau dapat dipertimbangkan setelah adanya gencatan senjata.




























