Pertunjukan tersebut, yang oleh agensi digambarkan sebagai perpaduan antara warisan tradisional Korea dan musik kontemporer, menggunakan Gerbang Gwanghwamun sebagai pusat utama. Agensi mencatat bahwa album “Arirang” dimaksudkan untuk menangkap identitas BTS sebagai grup yang berawal dari Korea.
Gerbang tersebut tetap terlihat di belakang panggung terbuka berbentuk kubus yang dirancang menyerupai bingkai gambar.
Pertunjukan berdurasi satu jam itu dibuka dengan sekitar 50 penari tradisional Korea berbusana hitam yang berbaris di “woldae,” sebuah panggung seremonial di depan gerbang utama Istana Gyeongbok.
- Makna kostum member
Agensi grup mengutarakan bahwa para member mengenakan kostum yang terinspirasi dari baju zirah para jenderal Korea pada awal era Joseon (1392–1910).
- Disiarkan live oleh Netflix
Dalam pernyataannya seperti yang dilansir dari Bloomberg News, acara ini diperkirakan akan menarik jutaan penonton di seluruh dunia sebagai bagian dari dorongan baru raksasa hiburan AS tersebut untuk menghadirkan acara live yang dapat “menyatukan orang-orang”.
Bekerja sama dengan BTS untuk acara live pertama grup tersebut sejak ketujuh anggotanya menyelesaikan wajib militer di Korea Selatan merupakan bagian dari upaya perusahaan untuk memperluas keterlibatan penonton dengan fokus pada acara langsung, di luar tayangan naskah yang selama ini menjadi andalan mereka.
“Ini mungkin menjadi hal terbesar tahun ini yang kami lihat di Netflix dalam hal visi live kami,” kata Brandon Riegg, VP Serial Nonfiksi dan Olahraga, dalam pengarahan sehari sebelum pertunjukan. Netflix telah memperluas acara live di Asia dengan siaran panjat gedung pencakar langit di Taipei serta penayangan eksklusif pertandingan World Baseball Classic di Jepang.
“Kami melihat acara live ini sebagai peluang untuk menjangkau penggemar dan anggota di seluruh dunia dengan cara yang semakin sulit ditemukan: acara tunggal yang benar-benar menyatukan orang-orang.”
- Penjagaan ketat oleh negara
Untuk menjaga kelangsungan acara, pemerintah Korea Selatan menyatakan tingkat siaga tersebut disesuaikan setelah Perdana Menteri Kim Min-seok memerintahkan penyusunan langkah-langkah keamanan yang tepat, serta karena ancaman teror tidak dapat dikesampingkan di tengah kondisi keamanan global terbaru.
Pusat Seoul praktis lumpuh akibat pertunjukan ini, dengan diperkirakan hingga 300.000 orang akan hadir, kata Wali Kota Oh Se-hoon kepada wartawan pada Kamis. Jalan-jalan ditutup, kereta bawah tanah diperintahkan untuk melewati beberapa stasiun guna mengurangi kepadatan, serta mobilisasi besar-besaran disiapkan oleh polisi dan layanan darurat lainnya.
Para pejabat mengatakan tujuannya adalah untuk mencegah kemacetan berbahaya yang dapat terjadi ketika puluhan ribu penggemar datang secara bersamaan. Kegiatan kumpul penggemar dan acara penjualan merchandise telah disebar ke berbagai distrik di sekitarnya.
“Meskipun keselamatan itu penting, pemerintah kota Seoul akan melakukan segala upaya untuk memastikan konser comeback ini berlangsung dalam suasana meriah,” kata Wali Kota Oh Se-hoon setelah meninjau lokasi untuk mengevaluasi langkah-langkah keamanan.
Bagi pelaku usaha lokal, akhir pekan konser ini menjadi momen langka yang mempertemukan pariwisata, ritel, dan spektakel budaya. Para penggemar telah mulai berkumpul di berbagai landmark bertema BTS dan toko pop-up di seluruh kota, mengubah kawasan seperti Gangnam dan Jamsil menjadi zona festival tidak resmi yang dihiasi warna ungu khas grup tersebut.
(spt)



























