“Pasar mulai mencoba melihat melewati ketegangan saat ini,” kata Fawad Razaqzada dari Forex.com. “Namun, pelaku pasar tetap berhati-hati. Jika konflik berlarut, risikonya tekanan terhadap pasar saham akan meningkat.”
Dari sisi geopolitik, Presiden AS Donald Trump menghentikan upaya mencari dukungan sekutu dalam perang dengan Iran dan mengkritik negara-negara yang menolak ajakannya, meskipun tetap menyatakan konflik akan segera berakhir.
Pernyataan Trump bahwa ia tidak membutuhkan dukungan NATO atau negara lain justru memberi ketenangan bagi pasar karena dinilai mengurangi risiko eskalasi menjadi perang skala penuh, menurut Hitoshi Asaoka, kepala strategi di Asset Management One.
Namun demikian, AS dan Israel masih melanjutkan serangan tanpa kejelasan kapan operasi akan berakhir. Israel menyatakan telah menewaskan pejabat keamanan Iran, Ali Larijani, dalam operasi semalam. Trump juga mengancam memperluas serangan ke Pulau Kharg, pusat ekspor utama Iran, sementara negara-negara Teluk masih menghadapi serangan drone yang dikirim Iran.
“Volatilitas diperkirakan tetap tinggi hingga situasi energi stabil,” ujar Louis Navellier. Ia menilai penguatan saham AS di tengah harga minyak yang tinggi mencerminkan ekspektasi terhadap kinerja laba dan pertumbuhan ekonomi yang solid.
Di pasar lain, indeks dolar bergerak stabil menjelang keputusan The Fed. Imbal hasil obligasi pemerintah AS tenor 10 tahun berada di kisaran 4,20%. Sementara itu, harga emas sedikit melemah ke bawah US$5.000 per ons.
Berdasarkan studi terhadap enam kejutan pasokan minyak sebelumnya, harga minyak, indeks S&P 500, serta pasar saham global lainnya umumnya membutuhkan waktu sekitar empat hingga lima bulan untuk kembali ke level sebelum gangguan, menurut David Chao, strategist global di Invesco Asset Management.
Pandangan Bloomberg Strategist
Stabilisasi harga minyak menopang permintaan terhadap obligasi pemerintah AS, namun tanpa penurunan tekanan harga yang berkelanjutan, pergerakan pasar masih lebih dipengaruhi faktor geopolitik dibandingkan kebijakan moneter.
Fokus pasar selanjutnya tertuju pada keputusan bank sentral AS pada Rabu, yang secara luas diperkirakan mempertahankan suku bunga. Perhatian akan bergeser pada bagaimana respons bank sentral jika dampak perang mendorong arah kebijakan ke dua sisi yang berlawanan.
Pelaku pasar obligasi mulai mengurangi posisi agresif yang sebelumnya mendorong ekspektasi bahwa penurunan suku bunga tahun ini tidak akan terjadi. Meski tidak ada perubahan suku bunga yang diantisipasi, pembuat kebijakan akan menyampaikan proyeksi jalur suku bunga dalam beberapa bulan ke depan. Pernyataan Ketua bank sentral AS Jerome Powell juga akan dicermati, terutama terkait kenaikan harga energi di tengah indikasi pelemahan pasar tenaga kerja.
Jika konflik berlanjut dan mendorong harga energi serta inflasi lebih tinggi, kondisi tersebut berpotensi memperkuat dolar AS sekaligus semakin menekan peluang pelonggaran kebijakan, menurut analis pasar IG Australia Tony Sycamore.
Sorotan Korporasi
- Nvidia meningkatkan produksi akselerator AI H200 untuk pelanggan di China
- BHP menunjuk Brandon Craig sebagai CEO baru di tengah perlambatan ekonomi China dan dorongan ekspansi tembaga
- Qualcomm berencana membeli kembali saham senilai US$20 miliar serta menaikkan dividen kuartalan
- Boeing mengindikasikan sejumlah kendala kinerja akan membebani hasil kuartal I, termasuk penurunan pengiriman pesawat widebody dan masalah kabel pada 737 Max
Pergerakan Pasar Utama
Saham
- Kontrak berjangka S&P 500 lebih tinggi 0,1%
- Topix Jepang menguat 1,5%
- S&P/ASX 200 Australia naik 0,2%
- Hang Seng dan Shanghai Composite relatif stabil
- Euro Stoxx 50 futures naik 0,2%
Mata Uang
- Indeks dolar Bloomberg relatif stabil
- Euro di US$1,1534
- Yen di 159,02 per dolar AS
- Yuan offshore di 6,8859 per dolar AS
Kripto
- Bitcoin lebih rendah 0,7% ke US$74.049,57
- Ether turun 0,2% ke US$2.324,55
Obligasi
- Imbal hasil Treasury 10 tahun di 4,20%
- Imbal hasil Jepang turun 2,5 basis poin ke 2,240%
- Imbal hasil Australia turun 3 basis poin ke 4,91%
Komoditas
- WTI lebih rendah 1,1% ke US$95,12 per barel
- Emas spot turun 0,1% ke US$4.998,95 per ons
(bbn)































