Logo Bloomberg Technoz

Investor Mulai Borong Saham, Wall Street Menguat 2 Hari Beruntun

News
18 March 2026 05:00

Pasar saham Amerika Serikat atau Wall Street. Bloomberg
Pasar saham Amerika Serikat atau Wall Street. Bloomberg

Annika Inampudi - Bloomberg News

Bloomberg, Bursa saham Amerika Serikat (AS) atau Wall Street menguat untuk hari kedua berturut-turut pada penutupan Selasa (17/3) waktu setempat. Para investor terpantau mulai melakukan aksi beli di harga rendah (buy the dip), sebuah sinyal kepercayaan terhadap pasar meskipun tensi perang di Iran terus memanas.

Indeks S&P 500 ditutup naik 0,3%, berhasil bangkit dari level dukungan utamanya. Micron Technology memimpin penguatan dengan kenaikan 4,5% menjelang laporan laba yang sangat dinantikan pada Rabu. Sementara itu, raksasa energi Exxon Mobil Corp naik 1% didorong oleh tingginya permintaan gas AS akibat perang.


Indeks Nasdaq 100 yang didominasi saham teknologi juga meningkat 0,5%. Menariknya, indikator volatilitas pada indeks ini turun sekitar 6% ke level terendah sejak akhir Februari, tepat sebelum konflik Timur Tengah pecah. Harga minyak mentah Brent terpantau stabil di kisaran US$104 per barel, sementara Indeks Volatilitas Cboe turun ke level 22 dari angka tertinggi pekan lalu.

"Rata-rata pergerakan 200 hari memang bukan batas mati, namun merupakan indikator kesehatan pasar secara keseluruhan," ujar Jay Woods, kepala strategi di Freedom Capital Markets. "Mengingat perdagangan algoritmik mendominasi Wall Street, level-level teknis ini menjadi jauh lebih signifikan dari sebelumnya."

Grafik S&P 500. (Sumber: Bloomberg)