Tak hanya itu, dari sisi operasional pun Erwin mengakui bahwa pelaku usaha juga dihadapkan pada tantangan seperti fluktuasi permintaan musiman, risiko keamanan (pencurian/penggelapan), tingginya biaya perawatan rutin. Selain itu, persaingan harga yang ketat serta kebutuhan efisiensi bahan bakar dan manajemen armada turut menjadi tekanan bagi bisnis ini.
"Jenis rental kendaraan yang cenderung terpengaruh permintaan musiman [seperti periode lebaran], adalah jenis usaha rental harian dan retail [B2C]. Sementara jenis lainnya yang bersifat kontak-kontrak sewa cenderung stabil [minim fluktuasi]," tekannya.
Meski permintaan tidak terlalu tinggi, tarif sewa mobil, ungkap Erwin tetap mengalami kenaikan moderat sekitar 10-20% selama periode Lebaran. Adapun jenis kendaraan yang paling diminati masyarakat untuk mudik adalah kategori multi purpose vehicle (MPV), seperti Toyota Avanza, Kijang Innova, dan Mitsubishi Xpander.
"Pengusaha rental memahami kondisi daya beli masyarakat memang masih belum stabil. Ke depan kami berharap kondisi ekonomi nasional dan daya beli masyarakat meningkat. Sehingga kondisi permintaan bisa terdongkrak," harapnya.
(ain)






























