Logo Bloomberg Technoz

Emas Terlempar di Bawah US$5.000/Ons Kala Harga Minyak Terus Naik

Redaksi
16 March 2026 08:40

Peleburan emas. (Bloomberg)
Peleburan emas. (Bloomberg)

Yihui Xie–Bloomberg News

Bloomberg, Harga emas mengalami kejatuhan dalam hingga kini berada di bawah US$5.000/troy ons, seiring perang di Timur Tengah memasuki pekan ketiga dan harga minyak melonjak pasca serangan terhadap infrastruktur energi vital pada akhir pekan lalu.

Harga emas turun hingga 1% pada awal perdagangan, sekaligus menjadi laju pelemahan mingguan kedua berturut-turut. Kenaikan harga energi dan kekhawatiran inflasi yang timbul dari konflik tersebut telah mengurangi ekspektasi bahwa bank sentral AS atau Federal Reserve dan bank sentral lainnya akan memangkas suku bunga.


Harga minyak mentah melonjak setelah serangan AS terhadap pusat ekspor minyak utama Iran diikuti oleh serangan balasan oleh Teheran terhadap infrastruktur energi di berbagai negara Arab.

Tekanan geopolitik di Selat Hormuz mendorong kenaikan harga minyak, tapi emas justru ambles.

Belum jelasnya masa depan mengenai berapa lama perang ini akan berlangsung membuat sulit untuk menilai dampaknya terhadap pasar dan ekonomi secara luas. Penasihat Presiden Donald Trump mengatakan konflik ini bisa berlangsung empat hingga enam minggu, sementara kedua belah pihak memberikan sinyal yang bertentangan.