Logo Bloomberg Technoz

Nyeri Dada Bisa Jadi Tanda Darurat Jantung, Jangan Abaikan


Mayapada Hospital
Mayapada Hospital

Bloomberg Technoz, Jakarta - Keluhan nyeri dada sering kali dianggap sepele oleh banyak orang. Padahal, kondisi ini dapat menjadi tanda gawat darurat jantung yang memerlukan penanganan medis segera.

Tidak semua nyeri dada berarti serangan jantung. Namun keluhan tersebut tetap perlu mendapat perhatian serius karena dapat berkaitan dengan berbagai masalah kesehatan yang berbeda.

Nyeri pada bagian dada bisa disebabkan oleh gangguan pada otot dan tulang dada. Selain itu, masalah pada lambung, paru-paru, hingga kondisi stres juga dapat memicu keluhan serupa.

Meski demikian, nyeri dada tetap perlu diperiksakan secara medis. Hal ini penting untuk memastikan apakah keluhan tersebut berkaitan dengan gangguan jantung atau penyebab lainnya.

Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah di Mayapada Hospital Surabaya, dr. Deo Idarto, M. Biomed, Sp.JP(K), FIHA, FAPSC menjelaskan bahwa ada sejumlah tanda khas yang mengarah pada gangguan jantung.

“Nyeri dada yang mengarah ke masalah jantung umumnya terasa tertekan atau berat, menjalar ke lengan kiri, leher, rahang, atau punggung, serta disertai sesak napas, keringat dingin, mual, atau pusing, yang terjadi tiba-tiba atau saat aktivitas ringan.”

Menurutnya, gejala tersebut tidak boleh diabaikan. Jika seseorang merasakan tanda-tanda tersebut, langkah terbaik adalah segera melakukan pemeriksaan medis untuk mendapatkan penanganan yang tepat.

Dalam dunia medis, terdapat istilah time is muscle yang menggambarkan pentingnya penanganan cepat pada kasus serangan jantung. Semakin lama jantung tidak mendapatkan penanganan, semakin besar kerusakan otot jantung yang dapat terjadi.

Karena itu, diagnosis yang cepat menjadi kunci dalam penanganan kondisi ini. Pemeriksaan medis yang tepat dapat membantu dokter menentukan penyebab nyeri dada serta langkah pengobatan yang diperlukan.

Pemeriksaan Cepat dan Penanganan Komprehensif

Proses pemeriksaan keluhan nyeri dada umumnya dilakukan secara komprehensif dalam waktu yang relatif singkat. Tujuannya adalah memastikan kondisi pasien serta mengidentifikasi kemungkinan gangguan jantung secara cepat.

dr. Deo menjelaskan bahwa evaluasi medis biasanya dilakukan melalui serangkaian pemeriksaan yang terstruktur. Pemeriksaan tersebut meliputi penilaian klinis hingga pemeriksaan penunjang medis.

“Pemeriksaan keluhan nyeri dada perlu dilakukan secara komprehensif dalam waktu singkat. Biasanya melalui evaluasi terstruktur, seperti penilaian klinis, rekam jantung (EKG), tes darah penanda jantung, serta pemeriksaan penunjang lain untuk memastikan penyebab dan menentukan penanganan yang tepat,” jelas dr. Deo.

Melihat pentingnya diagnosis yang cepat, Mayapada Hospital Surabaya menghadirkan layanan khusus bagi pasien dengan keluhan nyeri dada. Layanan ini tersedia melalui fasilitas Heart & Vascular Center.

Fasilitas tersebut dirancang untuk memberikan pemeriksaan dan perawatan jantung secara komprehensif. Layanan ini juga didukung oleh tim dokter spesialis dan subspesialis yang siap memberikan penanganan sesuai kebutuhan pasien.

Salah satu pilar utama layanan ini adalah Emergency Excellence. Pilar ini menghadirkan Chest Pain Unit yang berfokus pada evaluasi dan diagnosis awal keluhan nyeri dada.

Unit tersebut menangani berbagai kemungkinan penyebab nyeri dada. Tidak hanya yang berasal dari gangguan jantung, tetapi juga penyebab non-jantung.

Jika setelah pemeriksaan awal tidak ditemukan indikasi penyakit jantung, pasien dapat memperoleh pemeriksaan awal tanpa biaya. Namun jika ditemukan indikasi gangguan jantung, pasien akan dirujuk ke layanan lanjutan melalui Cardiac Emergency.

Layanan ini didukung oleh dokter spesialis dan subspesialis yang siaga selama 24 jam di rumah sakit. Dengan demikian, pasien dapat memperoleh penanganan segera apabila terjadi kondisi darurat jantung.

Selain layanan darurat, Heart & Vascular Center juga menyediakan pilar Advanced Treatment. Pilar ini berfokus pada penanganan lanjutan untuk berbagai penyakit jantung dan pembuluh darah.

Layanan tersebut mencakup penanganan gangguan pembuluh darah, gangguan irama jantung atau aritmia, hingga kelainan struktur jantung seperti penyakit katup. Setiap kondisi ditangani dengan pendekatan medis yang sesuai dengan kebutuhan pasien.

Pendekatan lain yang diterapkan adalah Team-Based Management. Dalam sistem ini, keputusan medis ditentukan melalui kolaborasi berbagai dokter spesialis yang tergabung dalam Cardiac Board.

Tim tersebut melibatkan dokter spesialis jantung, ahli bedah toraks kardiovaskular, anestesi kardiovaskular, hingga dokter spesialis jantung anak. Kolaborasi ini membantu menentukan strategi perawatan terbaik bagi pasien.

Melalui pendekatan multidisiplin tersebut, berbagai tindakan medis dapat dilakukan sesuai kebutuhan pasien. Tindakan tersebut mencakup Coronary Angiography atau CAG serta Percutaneous Coronary Intervention atau PCI.

Selain itu, rumah sakit juga menyediakan layanan Complex PCI untuk kasus yang lebih kompleks. Penanganan gangguan katup jantung serta penyakit vaskular juga dapat dilakukan di fasilitas ini.

Untuk kasus gagal jantung lanjut, tersedia terapi dengan dukungan alat bantu pompa jantung modern yaitu Left Ventricular Assist Device atau LVAD. Teknologi ini membantu meningkatkan fungsi sirkulasi darah pada pasien dengan kondisi jantung tertentu.

Mayapada Hospital Surabaya juga menyediakan layanan Cardiac Advisor. Layanan ini membantu pasien dan keluarga memahami proses perawatan secara menyeluruh.

Cardiac Advisor mendampingi pasien sejak tahap pemeriksaan awal hingga proses pemulihan. Pendampingan ini bertujuan memastikan setiap keputusan medis dapat dipahami dengan jelas oleh pasien dan keluarga.

Selain layanan klinis, masyarakat juga dapat memperoleh informasi kesehatan melalui aplikasi MyCare. Aplikasi ini menyediakan berbagai artikel kesehatan yang dapat membantu masyarakat memahami berbagai penyakit dan cara pencegahannya.

Fitur lain yang tersedia adalah Personal Health yang terhubung dengan Google Fit dan Health Access. Melalui fitur ini, pengguna dapat memantau berbagai indikator kesehatan seperti detak jantung, jumlah langkah, kalori, hingga Body Mass Index atau BMI.

Dengan berbagai layanan tersebut, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya mengenali gejala penyakit jantung sejak dini. Pemeriksaan medis yang cepat dan tepat dapat membantu mencegah komplikasi serius serta meningkatkan peluang pemulihan pasien.