Selain itu, Dicky juga menekankan pentingnya kolaborasi antara sektor publik dan swasta melalui skema public private partnership. Menurutnya, kerja sama tersebut dapat membuka akses pembiayaan yang lebih luas, termasuk melalui keterlibatan investor domestik maupun asing.
"Terutama ketika harus membawa modal, membawa misalnya teknologi, membawa kemudian valas ke dalam negeri untuk proyek-proyek ini sangat penting. Karena kalau hanya relay pada Danantara yang orientasinya hanya di dalam negeri tentu kita sulit," jelas Dicky.
"Banyak transfer teknologi yang harus kita juga harus kita undang dari pihak asing. ini yang kami lihat, public private partnership," jelasnya.
Dalam kerangka kolaborasi tersebut, kata dia, sektor perbankan tetap memegang peran penting sebagai penyedia pembiayaan, sementara dukungan kebijakan dari pembuat undang-undang diperlukan untuk memberikan kepastian arah kebijakan.
"[Jadi] Pentahelix ini sangat penting untuk pembiayaan kita ke depan," pungkasnya.
(lav)
































