Mengacu laporan keuangan GoTo 2025, tercatat kas yang digunakan dalam operasi juga sudah positif sebesar Rp500,27 miliar dari sebelumnya negatif Rp919,49 miliar.
Dengan adanya pengurangan pembayaran pajak penghasilan badan dan pembayaran biaya keuangan lainnya, maka arus kas bersih GOTO positif Rp307,03 miliar dari 2024 yang negatif Rp622,11 miliar.
Target Naik
Seiring dengan pencapaian positif di 2025, manajemen GoTo menaikkan target EBITDA yang disesuaikan pada tahun ini menjadi kisaran Rp3,2 hingga Rp3,4 triliun, naik 59-69% YoY dari realisasi pencapaian adjusted EBITDA 2025.
“Kenaikan itu sejalan dengan momentum pertumbuhan berkelanjutan yang terjaga di sepanjang tahun,” tulis manajemen GoTo.
Tahun lalu, nilai transaksi bruto (GTV) inti Grup GoTo secara proforma naik 49% sepanjang tahun menjadi Rp400 triliun seiring dengan meningkatnya jumlah pengguna yang bertransaksi tahunan (ATU) sebesar 24% YoY menjadi 66 juta pengguna.
Sepanjang tahun lalu, unit usaha Financial Technology lewat GoTo Financial (GTF) mencetak rekor EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp226 miliar pada kuartal 4, dan mencapai Rp497 miliar untuk setahun penuh, didorong oleh pertumbuhan di layanan pembayaran dan pinjaman.
Adapun unit usaha On-Demand Services (ODS) mencatatkan rekor EBITDA yang disesuaikan sebesar Rp415 miliar, naik 55% YoY pada kuartal 4, dan Rp1,4 triliun atau naik 105% YoY untuk setahun penuh.
Sementara itu, GoTo juga mendapatkan tambahan pendapatan dari lini imbalan jasa e-commerce yang mencapai Rp193 miliar pada kuartal 4, dengan total Rp820 miliar untuk setahun penuh. Total aset GOTO di akhir Desember 2025 naik 5,9% menjadi Rp45,76 triliun dengan kas dan setara kas juga naik 13,44% menjadi Rp21,76 triliun.
(tim)




























