Logo Bloomberg Technoz

PNBP Migas Drop 36,6% pada Februari Saat Minerba Tumbuh 18,8%

Mis Fransiska Dewi
11 March 2026 16:00

Aktivitas peremajaan jalur pipa migas PHE ONWJ di Anjungan UWA (Dok. PHE)
Aktivitas peremajaan jalur pipa migas PHE ONWJ di Anjungan UWA (Dok. PHE)

Bloomberg Technoz, Jakarta – Kementerian Keuangan melaporkan pendapatan negara bukan pajak (PNBP) dari sektor migas pada Februari 2026 mencapai Rp11,1 triliun, alias merosot 36,3% secara year on year (yoy).

Realisasi tersebut setara dengan 9,5% dari target APBN 2026. 

“Kalau untuk [PNBP dari] SDA migas, ada kontraksi 36,3% karena ada penurunan ICP dan lifting,” terang Wakil Menteri Keuangan Suahasil NazaraWakil Menteri Keuangan Suahasil Nazara dalam konferensi pers APBNKita Edisi Maret 2026, Rabu (11/3/2026).


Sebaliknya, penerimaan PBNP dari sektor sumber daya alam (SDA) nonmigas—termasuk mineral dan batu bara (minerba) — dilaporkan tumbuh 18,8% yoy menjadi Rp22,2 triliun pada Februari, alias sudah tercapai 15,5% dari target APBN tahun ini.

“Untuk [PNBP dari] SDA minerba tumbuh 18,8% karena ada peningkatan tarif PNBP mineral dan meningkatnya juga harga acuan mineral, meskipun volume batu baranya yang di produksi itu 10,5% lebih rendah [dari target],” kata Suahasil.