Pada penutupan perdagangan spot hari ini, Selasa (10/3/2026), nilai tukar rupiah terhadap dolar AS kembali menguat 0,5% di Rp16.861/US$, di tengah penurunan indeks dolar AS 0,6% ke posisi 98,58.
Begitu juga dengan mata uang Asia yang mayoritas bergerak di zona hijau dengan kecenderungan penguatan terhadap dolar AS. Penguatan paling signfikan terjadi pada baht Thailand yang naik 1,45%, disusul peso Filipna 1,03% diikuti ringgit Malaysia 0,93%.
Secara keseluruhan, pergerakan mata uang Asia hari ini mencerminkan sentimen risk-on di pasar Asia. Meredanya tensi perang setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan perang mungkin akan segera berakhir membuat pasar emerging markets kembali diminati investor dengan melepas aset dolar AS.
Pernyataan Trump juga ikut meredakan harga minyak yang kembali turun 7,55% ke US$91,49 per barel setelah kemarin melonjak hingga di atas US$100 per barel saat pembukaan perdagangan.
(prc/wep)






























