Sederhananya, desil dapat dipahami sebagai peringkat ekonomi rumah tangga dalam skala nasional. Semakin kecil angka desil, semakin rendah tingkat kesejahteraan ekonomi suatu keluarga.
Data desil bersumber dari Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional atau DTSEN yang dikelola oleh Kementerian Sosial Republik Indonesia dan terintegrasi dengan data dari Badan Pusat Statistik.
Pemerintah memperbarui data tersebut secara berkala. Pembaruan biasanya dilakukan setiap tiga bulan agar kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat tercatat secara lebih akurat.
Melalui sistem ini, penyaluran bantuan sosial diharapkan dapat lebih tepat sasaran kepada masyarakat yang benar benar membutuhkan.
Pembagian Kelompok Desil
Dalam sistem ini, masyarakat dibagi menjadi sepuluh kelompok berdasarkan tingkat kesejahteraan ekonomi. Berikut pembagian kelompok desil yang digunakan pemerintah:
-
Desil 1: 10 persen masyarakat termiskin atau kategori miskin ekstrem
-
Desil 2: Kelompok masyarakat miskin
-
Desil 3: Kelompok hampir miskin
-
Desil 4: Kelompok rentan miskin
-
Desil 5: Kelompok ekonomi pas-pasan atau mendekati kelas menengah
-
Desil 6–10: Kelompok masyarakat menengah hingga atas yang dinilai mampu secara ekonomi
Pembagian ini membantu pemerintah menentukan prioritas penerima bantuan sosial dengan lebih terukur.
Semakin kecil angka desil yang dimiliki seseorang, semakin besar kemungkinan untuk mendapatkan bantuan sosial dari pemerintah.
Pengaruh Desil terhadap Penerima Bansos
Kelompok desil menjadi acuan utama dalam menentukan penerima bantuan sosial dari pemerintah. Ketentuan ini diatur dalam Keputusan Menteri Sosial Nomor 79/HUK/2025.
Secara umum, berikut gambaran program bantuan sosial yang disesuaikan dengan kelompok desil:
-
Desil 1–4 berhak menerima Program Keluarga Harapan (PKH)
-
Desil 1–5 berhak menerima BPNT atau Program Sembako
-
Desil 1–5 berhak menerima bantuan iuran BPJS Kesehatan melalui PBI-JK
-
Desil 1–5 berpeluang menerima Program ATENSI sesuai hasil asesmen
Sementara itu, masyarakat yang berada pada desil 6 hingga 10 umumnya tidak menjadi prioritas penerima bantuan sosial karena dianggap telah memiliki kemampuan ekonomi yang lebih baik.
Meski demikian, keputusan akhir tetap melalui proses verifikasi dan validasi di lapangan oleh petugas terkait.
Selain itu, seseorang juga bisa dinyatakan tidak layak menerima bantuan meskipun berada pada kelompok desil penerima.
Beberapa kondisi yang dapat menyebabkan status penerima bansos gugur antara lain:
-
Identitas atau alamat tidak ditemukan dalam data
-
Data tidak valid atau tidak terverifikasi
-
Penerima telah meninggal dunia
-
Berstatus ASN, TNI, Polri, pejabat negara, atau pegawai BUMN dan BUMD
-
Memiliki anggota keluarga dengan status pekerjaan tersebut
Kebijakan ini bertujuan memastikan bantuan sosial benar benar diterima oleh masyarakat yang membutuhkan.
Cara Cek Desil dengan NIK KTP
Masyarakat yang ingin mengetahui status desil dan kelayakan sebagai penerima bantuan sosial dapat melakukan pengecekan secara mandiri melalui ponsel.
Berikut beberapa cara yang dapat dilakukan:
1. Cara cek desil melalui aplikasi Cek Bansos
-
Unduh aplikasi Cek Bansos milik Kemensos melalui Play Store atau App Store
-
Login menggunakan akun yang sudah terdaftar
-
Jika belum memiliki akun, lakukan pendaftaran terlebih dahulu
-
Isi data diri lengkap seperti NIK, nomor KK, serta unggah foto KTP dan swafoto
-
Setelah akun aktif, masuk ke menu Profil
-
Informasi mengenai kelompok desil dan status bansos akan muncul pada halaman tersebut
2. Cara cek desil melalui website resmi
Selain melalui aplikasi, masyarakat juga dapat melakukan pengecekan lewat situs resmi.
Langkahnya sebagai berikut:
-
Buka laman resmi cek bansos Kemensos
-
Masukkan NIK sesuai yang tertera pada KTP
-
Klik tombol Cari Data
-
Sistem akan menampilkan informasi terkait data penerima
Data yang biasanya muncul meliputi:
-
Nama lengkap
-
Kelompok desil
-
Status bantuan sosial
-
Periode pencarian bantuan
Melalui layanan online ini, masyarakat tidak perlu lagi datang langsung ke kantor kelurahan hanya untuk mengecek status bansos.
Cara Mengusulkan Perubahan Data Desil
Dalam beberapa kasus, data desil yang muncul mungkin tidak sesuai dengan kondisi ekonomi sebenarnya. Jika hal tersebut terjadi, masyarakat dapat mengajukan pembaruan data.
Terdapat dua jalur yang dapat digunakan untuk melakukan perubahan data, yaitu:
-
Melalui jalur formal di kantor desa, kelurahan, atau dinas sosial setempat
-
Melalui jalur mandiri menggunakan aplikasi Cek Bansos
Pengajuan perubahan data ini akan melalui proses verifikasi dan validasi terlebih dahulu sebelum diperbarui dalam sistem nasional.
Partisipasi masyarakat dalam memperbarui data dinilai penting untuk menjaga akurasi data sosial ekonomi nasional.
Semakin akurat data yang tersedia, semakin tepat pula penyaluran bantuan sosial kepada masyarakat yang membutuhkan.
Memahami cara cek desil dengan NIK KTP menjadi hal penting bagi masyarakat yang ingin memastikan status kelayakan menerima bantuan sosial.
Melalui sistem desil, pemerintah dapat menentukan prioritas penerima berbagai program bantuan seperti PKH, BPNT, hingga bantuan iuran BPJS Kesehatan.
Karena data diperbarui secara berkala, masyarakat disarankan untuk rutin melakukan pengecekan melalui layanan resmi agar tidak tertinggal informasi terbaru terkait bantuan sosial.
(seo)























